punyaKimmyErine
Caroline Elowen Marestria, seorang siswi pendiam yang bercita-cita menjadi gitaris, tidak pernah menyangka bahwa hidupnya berubah hanya karena satu tatapan singkat di lorong sekolah, tatapan seorang gadis bernama Catherina Valeria Amberlyn, penari modern yang ceria, ramah, dan selalu punya cahaya di matanya.
Dari rasa penasaran yang sederhana, Caroline tiba-tiba dipenuhi perasaan yang ia sendiri tidak mengerti. Diam-diam ia mencari sosmed Catherina, menatap postingan-postingannya, mendengar suaranya, dan menemukan kenyamanan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Dengan dukungan dua sahabat konyolnya, Nala dan Regie, Caroline mencoba mendekat perlahan, meski seringkali gugup, salah langkah, atau kabur karena malu.
Kedekatan mereka tumbuh lewat hal-hal kecil: percakapan tiba-tiba di rooftop, permintaan Catherina agar Caroline menyanyikan lagu, pantun alay di tangga sekolah, hingga momen-momen manis yang tidak pernah benar-benar Caroline pahami.
Dari latihan band, momen pensi, panggung musik penuh sorakan, hingga kata-kata yang Caroline ucapkan dari lubuk hatinya... semuanya membawa dua hati ini semakin dekat meski masing-masing masih takut melangkah terlalu jauh.
Namun, hati remaja tidak pernah sederhana. Suatu hari, kabar bahwa ketua tim basket yg tampan, tinggi, ramah sedang mendekati Catherina membuat dunia Caroline seakan runtuh. Ia takut kalah, takut tidak cukup, takut Catherina menatap orang lain dengan cara yang ia harapkan.
Dalam kebingungannya, Caroline hampir menyerah tapi Nala dan Regie menolak membiarkan itu terjadi. Mereka menyuruh Caroline berjuang, bukan mundur. Karena bagaimanapun, hanya Caroline yang pernah membuat Catherina meminta lagu khusus, tersenyum dengan caranya yang lembut, dan memanggil namanya dengan perhatian yang berbeda.
Ini adalah cerita tentang keberanian kecil, rasa suka yang disembunyikan, kecemburuan yang tidak diakui, dan usaha Caroline untuk melangkah sedikit lebih dekat kepada seseorang yang membuat dunianya berubah.