LIU2389
- Reads 1,666
- Votes 395
- Parts 29
Bagi Chi Cheng, dunia ini sudah kehilangan poros kewarasannya. Di tengah lingkaran pertemanannya yang perlahan mulai memuja sesama pria, Chi Cheng tetap berdiri kokoh sebagai pria alfa tulen.
Baginya, logika itu sederhana, dunia diciptakan dengan jutaan wanita cantik untuk dipuja kelembutannya, bukan seorang pria. Memuja sesama lelaki adalah sebuah anomali yang menggelikan.
Namun, takdir selalu punya cara tersendiri untuk menertawakan keangkuhan manusia.
Sebuah lirikan tidak sengaja di balik cermin besar Le Miroir Classique, salon paling prestisius di Shanghai, mengubah segalanya.
Chi Cheng terpikat oleh siluet indah berambut sebahu, dengan leher seputih pualam yang tampak begitu menggiurkan. Melalui gosip dari sang kapster, Chi Cheng merajut seuntai kesalahpahaman besar, ia mengira sosok beraura mahal itu adalah seorang wanita karier yang mandiri dan tomboy bernama Jiang Xiaoshuai.
Hingga suatu malam yang larut di sebuah minimarket 24 jam, sentuhan tidak sengaja pada sekafein kopi dingin memaksa keduanya berhadapan. Saat bibir ranum itu tersenyum dan mengucap terima kasih dengan suara bariton yang jernih, seluruh dunia Chi Cheng runtuh seketika.
Jiang Xiaoshuai bukan seorang wanita. Dia adalah dokter bedah saraf muda yang jenius, tampan, manis, sekaligus kesayangan sang direktur rumah sakit, Shen Wenlang, yang diam-diam memendam rasa padanya.
Prinsip hidup Chi Cheng yang antipati terhadap hubungan sesama jenis seketika menabrak dinding realitas dengan sangat keras.
Egonya menolak, namun detak jantungnya telanjur salah arah. Di tengah gemerlap lampu neon kota Shanghai, Chi Cheng harus memilih, berbalik arah demi harga diri, atau membiarkan dirinya hancur lebur demi mengejar sang anomali yang telanjur mengunci hatinya.