MY_Chapter
"Aku rela, Ndah. Kamu dicintai dia sepenuhnya, daripada sama aku... yang bisanya cuma nyakitin kamu."
Jessi berdiri di ambang batas yang menyakitkan. Di matanya, Indah adalah pusat semesta yang harus ia lepaskan agar tetap bersinar. Ia memilih mundur, membiarkan Oniel mengambil alih posisi sebagai pelindung, tanpa menyadari bahwa diamnya Jessi justru menciptakan badai di hati yang lain. Bagi Jessi, cinta terkadang berarti menjadi orang asing yang paling peduli.
Namun, bagi Indah, keheningan Jessi adalah luka yang menganga.
"Aku kira cinta kamu akan terus berlabuh ke aku," gumam Indah lirih. "Jess... ternyata aku salah."
Dari kejauhan, Indah menyaksikan segalanya. Ia melihat bagaimana Jessi menatap Flora Shafiq-tatapan yang terlalu fokus, terlalu dalam, dan menyimpan sisa-sisa masa lalu yang belum usai. Indah merasa dirinya perlahan memudar, kalah oleh bayang-bayang trauma yang dibawa kembali oleh Flora ke dalam hidup Jessi.
---
Di tengah tarik-ulur perasaan itu, Flora hadir sebagai luka lama yang kembali berdenyut. Ia bukan sekadar masa lalu; ia adalah rahasia yang terkunci rapat di balik bibir yang gemetar.
"Aku takut, Jess," bisik Flora suatu malam, suaranya nyaris pecah. "Kalau aku cerita... semuanya bakal hancur."
Jessi tidak bisa berpaling. Bukan karena ia masih mencintai Flora dengan cara yang sama, tapi karena ia tahu bagaimana rasanya hancur sendirian. Ia memilih untuk tetap tinggal, menjadi sandaran bagi trauma Flora yang gelap, meski ia tahu keputusannya akan menghancurkan kepercayaannya dengan Indah.
Unspoken Secrets adalah sebuah perjalanan tentang orang-orang yang memilih bungkam demi melindungi satu sama lain. Tentang persahabatan yang diuji oleh masa lalu, dan cinta yang dipaksa berdiri di atas kepingan rahasia.
"Kadang," Jessi menarik napas panjang, menatap langit yang kian menggelap, "yang paling menyakitkan itu bukan kebohongan. Tapi semua yang kita pilih buat nggak kita omongin."