reanaclayfton
- Reads 9,399
- Votes 1,510
- Parts 28
Masa kecil Gendis dipenuhi tangis dan rengekan manja. Gadis kecil yang dijuluki si gadis gula itu selalu berhasil membuat siapa pun gemas melihatnya. Namun waktu perlahan mengubahnya menjadi perempuan muda yang cantik, anggun, dan menenangkan-jauh berbeda dari gadis kecil yang dulu mudah merajuk.
Sementara itu, Pierre, bocah londo jahil yang tak pernah berhenti menggodanya, kini tumbuh menjadi seorang perwira muda yang gagah dan berwibawa. Setelah bertahun-tahun terpisah, takdir akhirnya mempertemukan mereka kembali di tengah negeri yang mulai dipenuhi ketegangan politik dan bisik-bisik tentang pengkhianatan.
Pertemuan itu menghidupkan kembali kenangan masa kecil yang sempat terkubur waktu. Tatapan yang dulu terasa biasa kini membawa debar asing yang sulit diabaikan. Perlahan, rasa yang pernah tumbuh diam-diam di antara mereka kembali bersemi.
Namun di saat cinta itu mulai menemukan jalannya, malam kelam yang mengguncang negeri datang tanpa ampun. Nama Pierre perlahan ikut terseret dalam kekacauan yang mengubah banyak nasib. Dan ketika kabar tentang para perwira yang hilang mulai beredar, Gendis dipaksa menghadapi kemungkinan paling menyakitkan-bahwa lelaki yang baru kembali mengisi hatinya itu mungkin tak akan pernah pulang.
Karena sejak awal, Pierre tahu satu hal: hatinya selalu jatuh pada Gendis, si gadis gula yang diam-diam menetap di hatinya.
In Memoriam,
Kapten CZI (Anumerta) Pierre Andries Tendean
21 February 1939 - 1 October 1965
"𝐊𝐞𝐥𝐮𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐬𝐚𝐲𝐚 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭 𝐛𝐚𝐧𝐲𝐚𝐤 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐧𝐞𝐠𝐚𝐫𝐚, 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐚𝐚𝐭𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐚𝐲𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤 𝐧𝐞𝐠𝐚𝐫𝐚." - 𝐏𝐢𝐞𝐫𝐫𝐞 𝐓𝐞𝐧𝐝𝐞𝐚𝐧.