ElisyaYuniarHafizah
Parasit" dalam konteks virus mengacu pada virus yang hidup dan berkembang biak dengan cara menginfeksi sel inang dan memanfaatkan sumber daya sel tersebut untuk mereplikasi diri. Virus tidak dapat bertahan hidup atau bereproduksi secara mandiri tanpa sel inang, oleh karena itu mereka dikategorikan sebagai parasit obligat intraseluler, menurut National Institutes of Health (NIH) dan ScienceDirect.com.
Penjelasan lebih lanjut:
Parasit obligat:
Virus tidak memiliki kemampuan untuk melakukan metabolisme sendiri, sehingga mereka membutuhkan sel inang untuk menyediakan energi dan bahan penyusun untuk replikasi.
Intraseluler:
Virus hanya dapat bereplikasi di dalam sel hidup, tidak dapat hidup di luar sel seperti bakteri.
Contoh:
Virus Corona, virus penyebab COVID-19, adalah contoh virus yang bersifat parasit obligat intraseluler.
Perbedaan dengan parasit lain:
Meskipun virus dan parasit memiliki kesamaan dalam hal ketergantungan pada inang, ada beberapa perbedaan penting. Parasit, dalam arti luas, bisa berupa organisme uniseluler (seperti protozoa) atau multiseluler (seperti cacing), dan beberapa di antaranya dapat hidup di luar sel inang. Sementara virus hanya berupa materi genetik (DNA atau RNA) yang dibungkus protein, dan selalu membutuhkan sel inang untuk bereplikasi.
Pentingnya memahami sifat parasit virus:
Memahami sifat parasit virus penting untuk mengembangkan strategi pengobatan dan pencegahan infeksi virus. Karena virus bergantung pada sel inang, pengobatan yang efektif seringkali menargetkan proses replikasi virus di dalam sel, atau mencegah virus masuk dan menginfeksi sel.