aldeneverhart19
- Reads 978
- Votes 159
- Parts 20
Di balik dinding megah Shengxin Girls' High School, sebuah sekolah asrama putri elit yang bergengsi di pinggiran Shanghai, hidup seorang siswi tingkat dua bernama Bai Xinyu. Di tengah riuhnya asrama dan ambisi siswi-siswi berlatar belakang keluarga terpandang, Xinyu adalah sebuah anomali yang sunyi. Dia mengidap CIPA (Congenital Insensitivity to Pain with Anhidrosis), kondisi langka yang membuatnya tidak bisa merasakan sakit fisik, panas, maupun dingin. Tembok mati rasa ini menjadi rahasia sekaligus kutukan terbesar bagi dirinya. Bagi kelompok perundung asrama yang dipimpin oleh siswi arogan, Xinyu adalah "mainan tanpa emosi" yang bisa mereka siksa secara fisik dan psikologis tanpa pernah mengeluh atau melawan. Xinyu memilih mengunci rapat jiwanya, hidup bagai robot yang hanya menghitung angka suhu tubuh demi bertahan hidup.
Semuanya berubah saat Zhu Yixin, seorang siswi pindahan baru yang ceria, penuh energi, namun memiliki kepekaan emosional yang tajam, masuk ke kelas dan kamar asramanya. Berbeda dengan siswi lain yang memilih menutup mata demi keselamatan sendiri, Yixin dengan berani memasang badannya saat Xinyu hendak dicelakai. Yixin menolak membiarkan Xinyu hidup dalam kesunyian yang membunuh. Dia menawarkan diri menjadi "alarm sukarela"-mata yang mengawasi luka Xinyu, tangan yang memayunginya dari dinginnya hujan Shanghai, dan hati yang merasakan rasa sakit yang tidak bisa dirasakan oleh syaraf Xinyu.
Di tengah ketatnya aturan asrama putri, kecemburuan sosial, dan konflik perundungan yang semakin berbahaya, hubungan Xinyu dan Yixin perlahan-lahan mekar menjadi sesuatu yang melampaui persahabatan biasa. Melalui malam-malam sepi di kamar asrama dan rahasia yang mereka bagi, Xinyu belajar bahwa hatinya yang mati rasa ternyata bisa berdegup kencang demi seorang gadis. Didukung oleh lingkaran sahabat asrama mereka-Shen Mengyao dan kekasihnya Yuan Yiqi, serta Zhou Shiyu dan kekasihnya Wang Yi-Xinyu dan Yixin bersama-sama meruntuhkan menara angkuh perundungan dan me