arkhaielzz
- LECTURAS 2,919
- Votos 432
- Partes 13
Rumah itu tidaklah besar.
Dindingnya mulai retak ditelan oleh waktu, dan hampir setiap hari selalu dipenuhi suara pertengkaran kecil.
Namun anehnya-
rumah itu tidak pernah terasa dingin.
Karena di sana, ada Kasama Prana Adhikara.
Kakak sulung yang terlalu tenang untuk usianya, yang memilih memendam lelahnya sendiri demi menjaga ketiga adiknya tetap tersenyum, yang selalu merelakan segalanya untuk adik-adiknya tetap bahagia.
Varsha Tirtha Adhikara, ia jarang menunjukkan rasa sayang dan pedulinya, namun ia menyimpan kasih sayangnya dalam diam dengan tulisan-tulisan yang tak pernah ia tunjukkan.
Cakra Dirgan Adhikara, si pembawa tawa dan emosi, meski begitu ia adalah orang yang paling peka terhadap apapun.
Dan Atjima Phavaka Adhikara, si paling keras kepala, emosional, dan penuh api-yang sebenarnya hanya takut ditinggalkan.
Mereka bukan keluarga yang sempurna.
Mereka sering bertengkar, saling menyakiti, saling salah paham.
Namun di tengah semua luka dan kekacauan itu, mereka tetap memiliki satu tempat untuk kembali:
rumah kecil itu.
Dan seseorang yang tidak pernah berhenti menjadi cahaya bagi mereka.
Sebab terkadang, rumah bukan tentang tempat paling indah.
Melainkan tentang... Tempat untuk kembali dalam pelukan.