coer read this✨
36 stories
Adalah Pokoknya | Cortis by xparksunghoon
xparksunghoon
  • WpView
    Reads 5,804
  • WpVote
    Votes 697
  • WpPart
    Parts 14
[ SLOW UPDATE ] Lika-liku di Bandung bersama lima icon badung. . . Comedy, Slice of Life
LIMA LUKA by ndyni14
ndyni14
  • WpView
    Reads 359
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 6
kisah lima laki-laki yang mencoba bertahan dari pahitnya kehidupan .yang menurut mereka bahwa, kehidupan yang mereka jalani adalah penjara kehidupan yang tidak akan ada jalan keluarnya. • "bang, kapan ade nemuin kebahagiaan itu? " tanya Sadipta • " kalo boleh gue pengen ngerasain hidup normal, tanpa ada penyakit " ujar Mateo • " Gue emang lemah tapi kalo ade gue liat gue yang lemah nanti mereka ga ada pondasi buat apa-apa " celetuk Kenneth • " gue harus kuat dalam fisik ataupun batin. gue harus nerusin tanggungjawab gue sebagai abang" hati James mengatakan itu dengan keributan yang sangat berat. " hidup ini berat, kejam. makanya aku harus kuat. " ujar jun sambil menatap langit. akan kah kelima laki-laki itu akan menemukan kebahagiaannya dengan cobaan, rintangan yang begitu dasyat? #CORTIS # SEONGHYEON #KEONHO # JAMES #MARTIN
The Playlist Anthology || Cortis Oneshot by beedoobedam
beedoobedam
  • WpView
    Reads 162
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
Featuring Cortis ... The Playlist Anthology bukan sekadar kumpulan cerita pendek. Ini adalah sebuah eksperimen literasi di mana setiap untaian kalimat, dinamika konflik, hingga emosi karakter lahir dari frekuensi nada dan barisan lirik yang akan menghadirkan lima remaja sempurna, mereka bersatu dalam satu kelompok bernama Cortis. Dalam buku ini, penulis berperan layaknya seorang Curator, yang menerjemahkan vibe dari sebuah lagu menjadi sebuah narasi utuh. Setiap judul bab adalah sebuah tracklist yang membawa kamu berpindah dari satu semesta ke semesta lain.
Persimpangan Waktu [CORTIS] by Trilia14
Trilia14
  • WpView
    Reads 29,372
  • WpVote
    Votes 9,113
  • WpPart
    Parts 29
Beberapa kisah tak diceritakan untuk dimengerti, hanya untuk dirasakan. Lima remaja yang berdiri di persimpangan; bukan lagi anak-anak, tapi belum mengerti cara menjadi dewasa. "Semua sedang belajar hidup, tak ada yang benar-benar siap." START [08-11-2025]
𝐁𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐥𝐢𝐬 || 𝐓𝐀𝐊𝐃𝐈𝐑 by _Ronasenja
_Ronasenja
  • WpView
    Reads 711
  • WpVote
    Votes 103
  • WpPart
    Parts 14
(Belum direvisi) Mereka dipertemukan dengan ketidaksengajaan, bahkan dengan situasi yang sedikit "tidak baik", sampai akhirnya mereka dapat merubahnya menjadi " lebih baik" bahkan terlalu baik sampai membuat mereka semua terjebak di situasi yang sulit dan hampir memecahkan mereka semua
Sepupu Sepapa || Cortis (REVISI BESAR) by yakivolt
yakivolt
  • WpView
    Reads 3,796
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 3
a series - Cortis Ini adalah keseharian lima anak muda baru puber yang penuh gebrakan. Hari-hari mereka penuh dengan percakapan spontan, rencana yang tidak jelas, dan kekonyolan yang membuat orang heran. Tapi di balik semua kekacauan itu, ada ikatan yang membuat mereka tidak bisa jauh satu sama lain meski kadang tiap hari terasa seperti ujian kesabaran. "Kadang gue heran kok bisa sepupuan sama mereka." Cover by Pinterest.
𝗧𝗵𝗲 𝗕𝗲𝗹𝗹 𝗡𝗲𝘃𝗲𝗿 𝗥𝗶𝗻𝗴𝘀 𝗧𝘄𝗶𝗰𝗲 - 𝗖𝗢𝗥𝗧𝗜𝗦 by chocoriesevan
chocoriesevan
  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
Di suatu Sekolah Menengah Atas, bel sekolah berbunyi seperti biasa. Namun, kali ini dua kali. Lalu sunyi. Tidak ada yang benar-benar mati, beberapa hanya berhenti bicara, beberapa memilih untuk diam... sampai seseorang memaksa mereka mengingat. Lima siswa. Satu perjanjian yang dilupakan. Dan satu malam di ruang musik yang tidak pernah mereka akui terjadi. Sejak malam itu, sesuatu mulai bergerak - bukan di lorong, bukan di kelas, melainkan di kepala mereka. Pesan-pesan tanpa nama muncul. Asrama putra menjadi saksi bisu. Dan kematian datang tanpa wajah, tanpa penjelasan, seolah sekolah itu sendiri yang memutuskan siapa yang pantas pulang. Ketika pesan misterius mulai muncul-semuanya menuduh, semuanya menyangkal, dan perlahan batas antara pelaku, korban, dan saksi lenyap. Mereka melihat hal yang sama, tapi mengingatnya dengan cara berbeda. Seseorang mati, disusul yang lainnya - atau setidaknya, itulah yang semua orang percaya Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang terjadi. Yang tersisa hanya rekaman kabur, bisikan tengah malam, dan perasaan diawasi oleh sesuatu yang tidak pernah menampakkan diri. Lima remaja terjebak dalam lingkaran yang sama: kenangan buruk, rasa bersalah, dan masa lalu yang menolak untuk dikubur. Sean mulai melihat dirinya sebagai sesuatu yang lain - bukan korban, bukan saksi, mungkin bukan juga manusia sepenuhnya. Setiap tatapan terasa seperti tuduhan. Setiap keheningan terdengar seperti panggilan. Sementara bel sekolah terus bergema di kepalanya, meski tidak ada jam yang berdetak. Apa ini kutukan? Apakah arwah yang menuntut balas? Atau hanya pikiran manusia yang terlalu lama tinggal di kegelapan? 𝗧𝗵𝗲 𝗕𝗲𝗹𝗹 𝗡𝗲𝘃𝗲𝗿 𝗥𝗶𝗻𝗴𝘀 𝗧𝘄𝗶𝗰𝗲 adalah novel horor psikologis tentang kematian yang tidak pernah benar-benar selesai, tentang sekolah yang menyimpan rahasia, dan tentang bagaimana rasa bersalah bisa menjelma menjadi sesuatu yang terlihat seperti hantu. Karena terkadang, yang menghantu
𝐌𝐲 𝐃𝐞𝐚𝐫𝐞𝐬𝐭 𝐍𝐚𝐧𝐧𝐲 by chipazz
chipazz
  • WpView
    Reads 3,553
  • WpVote
    Votes 194
  • WpPart
    Parts 6
𝘚𝘩𝘦 𝘸𝘢𝘴 𝘩𝘪𝘳𝘦𝘥 𝘵𝘰 𝘸𝘢𝘵𝘤𝘩 𝘢 𝘤𝘩𝘪𝘭𝘥... 𝙣𝙤𝙩 𝙩𝙤 𝙨𝙪𝙧𝙫𝙞𝙫𝙚 𝙖 𝙠𝙞𝙡𝙡𝙚𝙧𝙨.
Lullaby || CORTIS  by cocopitee
cocopitee
  • WpView
    Reads 13,700
  • WpVote
    Votes 1,561
  • WpPart
    Parts 27
[[KOSTAN MARTIN #1]] "Bismillah masak sambel bacem," James dengan cekatan ngeluarin bahan-bahan plus bumbu rahasia keluarga dari nenek besarnya. "Bang James, ikut makan dong. Tapi gue ga suka sambel-sambelan. Tapi gue maunya lu yang bikinin," Celetuk seorang pemuda dari belakang James, Seonghyeon dengan rambut masih acak-acakan. Sementara dari arah jemuran, "BALIKIN SEMPAK GUE BRENGSEK!" Martin, yang tubuhnya paling jangkung berteriak menggelegar. "INI SEMPAK GUE KONTI BANG, LO NYA AJA NGEMBARIN!" Sahut si paling muda, Keonho berkelit. "Hahh," Juhoon menuju ruang tengah dengan napas berat karena mendengar para "idiot" ribut pagi ini. ©cocopitee --- Sorry gengs kalo deskripsinya meresahkan, ga setenang judulnya ahahaha. Harapannya emang biar bisa nemenin lu pada buat tidur nyenyak di malam hari sie. Cz gue pun bikinnya sebelom molor ehehe. Selamat lullaby cintah~ semoga next time bisa mitap sama cortis beneran yah. Jangan lupa voting CORTIS di hati kalian, tapi kalo MARTIN, JAMES, JUHOON, SEONGHYON, & KEONHO punya gue 😋 kembali kasih💓