prinsllumiere
- Прочтений 732
- Голосов 254
- Частей 2
"Bagaimana jika kau menyaksikan api berkobar di atas surga yang perlahan runtuh? Dan hanya kau seorang diri yang mampu menopang surga itu agar tak benar-benar binasa?"
◇─◇
Bertahun-tahun hidup dalam penderitaan, menelan kebencian dari keluarga sendiri, hingga menghadapi pengkhianatan tiada terkira; takdir seolah enggan menyisakan setitik kebahagiaan bagi Aalisha.
Meskipun kini, satu per satu manusia di tanah Akademi Eidothea yang Termashyur mulai menaruh kepercayaan dan kasih tulus kepadanya, Titah Para Tetua dan Kepala Keluarga Agung justru memberi larangan keras bagi Sang Gadis Cacat untuk berempati pada para makhluk rendahan. Menjalin pertemanan dengan Keturunan Majestic Families. Bahkan menyelamatkan ribuan nyawa tak berdosa.
Sebab, sekali saja ia melanggar titah tersebut, maka kematian akan menjadi ganjaran mutlak bagi siapa pun yang berada di dekatnya, bahkan dirinya sendiri.
Hingga suatu hari, Aalisha menyaksikan tatkala Sang Surga perlahan runtuh dalam kobaran api yang siap melahap rakyatnya, teman-temannya, keturunan Majestic Families, dan sosok yang paling Aalisha cintai di dunia ini; mereka akan binasa tepat di hadapannya.
Pada detik yang menentukan itu, keputusasaan apa yang akan Aalisha ambil?
Bukankah ia mampu tuk' mengubah garis takdir setiap makhluk hidup? Lantas, sanggupkah ia menyelamatkan ribuan nyawa penghuni Sang Surga dari kebinasaan, ataukah ia sendiri yang akan luluh lantak bersama mereka?
Karena bagi Para Dewa dan Dewi yang bertakhta, ia bukanlah Mahakarya Terbaik Dunia Athinelon, melainkan "Pemangku Dosa Teragung" yang ditakdirkan membakar dirinya demi menebus seluruh penyesalan dan dosa yang telah tercipta.
Maka, tatkala waktunya telah tiba: "Aku akan melangkah menemui Sang kematian dan menjemput kematianku dengan takzim," bisik Aalisha, senyum tipis terukir indah di parasnya.
Mari kita mulai kisah Terkutuk nan Agung ini.
◇─◇
Copyright ©Prins Llumière, 2026
Cover Book III by @vrastoria