olav_19
Jakarta menjadi perjalan seorang Calista Adelina Amara, perjalanan berat, dan tak luput dari perjalanan cinta. Jangan lupa tentang Arkantalla Adrian Elvano seorang tokoh yang berperan di kehidupan Calista Adelina Amara.
Calista Adelina Amara, gadis tujuh belas tahun dengan rambut hitam terurai dan sorot mata sendu. Sejak ibunya tiada, hidupnya hanya penuh tuntutan dan bentakan. Terlihat rapuh, tapi diam-diam ia masih berharap ada yang benar-benar mengerti dirinya.
"Aku capek Arka, capek dituntut terus." perempuan itu menatap teduh wajah seorang laki-laki di depannya. Kini ia melihat Jakarta dengan mata rapuh itu.
Suara lantangnya menusuk telinga Calista di antara derasnya hujan. Tubuhnya berdiri tegap, napasnya berat, seperti baru saja berlari. Arkantalla Adrian Elvano bukan tipe pria yang bicara lembut, tapi sikapnya jelas: ia takkan membiarkan seorang gadis jatuh begitu saja di depan matanya.