sinn_tni
- Reads 389
- Votes 45
- Parts 15
Gadis yang sedari kecil tak didampingi orang tua,hanya paman dan bibinya yang selalu menemaninya,dan dimana kala saat dewasa ia menikah dengan seorang pria yang mencintainya,namun itu tak berjalan mulus karena keluarga sang pria tak menerima sepenuhnya dan setelah itu ia harus dihadapkan dengan ujian yang begitu menyakitkan kehilangan orang yang berharga,ditinggalkan sang suami karna sebuah kecelakaan yang merenggut semua kebahagiaannya.
Waktu mungkin berjalan namun tidak dengan hatinya,seakan hatinya tak mau ikut dengan berjalannya waktu, hari-hari dipenuhi rasa hambar akan sebuah kehilangan yang meninggalkan jejak tersakit dalam dirinya,ia harus berusaha kuat menjalaninya semua keadaan yang tak memungkinkan membuat dirinya kembali berbahagia dalam kehidupan yang sudah seakan tak bernyawa,walaupun dirinya rapuh ia selalu berusaha tersenyum dihadapan orang-orang terpenting dalam hidupnya,walau nyatanya senyum itu mengandung makna menyakitkan dalam kata arti rapuh,roboh tak bisa terbentuk kembali kebahagiaan.
Namun selama waktu berjalan hati nya dipaksa melupakan bayangan-bayangan abu-abu tentang semua itu,apakah semudah itu? tentu saja rasanya tidak mudah untuk seorang nirvia khumairotul Kaffa gadis cantik lulusan universitas terbaik di bandung harus ikhlas atas semua takdir yang amat menyakitkan,takdir yang tak diinginkan sama sekali,tidak pernah sekalipun bermimpi mendapatkan takdir seperti itu,umur yang terbilang masih muda, akankah? ia mencari dan mengganti pasangan hidup untuknya,namun hatinya bertekad tak mau menjalankan lagi,karena rasa takut akan kembali mengalami takdir yang sudah membentuk sakit dalam hatinya.
__________🌷__________
Tapi,kenapa ketika sudah terbiasa dengan menjalani hari -hari, melebur perasaan sakit yang termakan oleh masa,ia terpaksa harus menerima seseorang yang datang lewat tali yang dibuat oleh sang paman ya'ni (perjodohan) dan seseorang itu datang dengan membawa perasaan lama.....?