penalangitjingga
Di antara hiruk-pikuk kota Bangkok, di tengah aroma kopi hangat dan cahaya pagi yang menembus sela-sela gedung tinggi, dua hati bertemu secara kebetulan-ataukah takdir yang memang menuntun mereka? Joren, pemuda dengan aura tenang, misterius, dan sedikit dingin, hidup di dunia yang selalu teratur, di mana rutinitas adalah kenyamanan dan jarang ada hal yang mengejutkannya. Sedangkan Nico, penuh energi, ceria, tapi lembut di balik senyum riangnya, selalu mencari kebahagiaan dari hal-hal sederhana yang sering diabaikan orang lain. Pertemuan pertama mereka-sebuah insiden kecil di trotoar kafe-tampak biasa, tapi justru memicu serangkaian momen yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Satu senyum, satu tatapan, satu sentuhan kecil, mampu menyalakan perasaan yang tidak pernah mereka sadari sebelumnya. Dari cangkir kopi yang hampir tumpah, hingga percakapan ringan di pagi hari, keduanya mulai merasakan koneksi yang sulit dijelaskan-sesuatu yang hangat, membingungkan, namun tidak bisa diabaikan. We Were Never an Accident bukan sekadar cerita tentang dua orang yang saling jatuh cinta. Ini adalah kisah tentang: Chemistry yang perlahan tumbuh dari hal-hal sederhana Rahasia dan masa lalu yang menguji kepercayaan mereka Detik-detik canggung yang berakhir dengan tawa dan senyum membekas Perjalanan memahami diri sendiri sambil belajar mencintai orang lain dengan tulus. Joren dan Nico: dari pertemuan tak terduga, percakapan hangat di bawah hujan, senyum yang meninggalkan jejak di hati, hingga malam-malam penuh keraguan, tangis yang tersembunyi, dan janji yang membentuk masa depan. Novel ini adalah perjalanan emosional yang membuatmu tersenyum, menahan napas, meneteskan air mata, dan yakin bahwa cinta sejati memang ada-bahkan ketika terlihat seperti kebetulan. Bersiaplah untuk hanyut dalam dunia di mana setiap tatapan, kata, dan senyum memiliki arti. Dunia di mana dua nama, dua hati, dan satu kisah membuktikan bahwa mereka... We Were Never an Accident.