nissa06Aqilah
- Reads 197
- Votes 45
- Parts 13
Aksara High School menjadi saksi bisu pertemuan dua jiwa yang perlahan saling menemukan.
Di antara lorong-lorong kelas dan riuh hari sekolah, takdir mempertemukan mereka tanpa pernah benar-benar meminta izin.
Muhammad Aditya Rajendra, siswa kelas XII, dikenal dengan tatapannya yang setenang samudra. Namun di balik ketenangan itu tersimpan luka yang dalam-kenangan yang jarang ia ceritakan, kelelahan yang ia simpan sendiri. Ia terbiasa diam, memilih menyimpan daripada berbagi, seolah sunyi adalah tempat paling aman baginya.
Qilana Arshaka Mahendra, siswi kelas XI, hadir dengan sorot mata teduh yang mampu menenangkan siapa pun yang menatapnya. Ramah, periang, dan hangat-ia seperti cahaya kecil di tengah keramaian. Namun di balik senyum yang selalu ia kenakan, Qilana pun menyimpan luka. Rasa sakit yang tak pernah ia ucapkan, kegundahan yang ia sembunyikan rapi agar dunia hanya melihat versi kuat dari dirinya.
Perbedaan usia tak pernah menjadi jarak bagi mereka. Aditya dan Qilana menjalin persahabatan yang sederhana-penuh tawa kecil, percakapan ringan, dan keheningan yang terasa nyaman. Hingga tanpa disadari, kebersamaan itu menumbuhkan rasa-pelan, sunyi, namun nyata.
Rasa yang tak pernah direncanakan,
namun perlahan tumbuh di antara dua hati
yang sama-sama terluka,
dan awalnya hanya ingin saling menemani.
"Kamu bagaikan sagara yang menyimpan banyak enigma di dalamnya,
dan aku bagaikan cahaya matahari
yang berusaha masuk ke dasar paling dalam."
- Qilana Arshaka Mahendra
"Aku takut, enigmaku justru memudarkan cahaya mataharimu, Qilana."
- Muhammad Aditya Rajendra