On going
2 stories
Operation Home by messylittlecat
messylittlecat
  • WpView
    Reads 25,555
  • WpVote
    Votes 3,285
  • WpPart
    Parts 13
Update Setiap Kamis A sequel to Operation Heart [Bisa dibaca terpisah, tapi masa iya melewatkan kisah awal mereka yang menggemaskan itu?] Bagi Clara, Operation Heart sudah selesai sejak ia berhasil menaklukkan Dirga, si psikolog analitis sekaligus pemilik kafe yang kaku dan punya commitment issue, lalu menyeretnya ke pelaminan. Case closed. Happy ending. Namun, tidak pernah ada akhir yang bahagia karena suka atau tidak, hidup akan terus berputar. Itu yang memancing Dirga menjalankan satu operasi rahasia yang disebutnya ... Operation Home. Dirga bertekad membangun "rumah" di mana Clara bisa melepaskan jas putih kebanggaannya, menanggalkan ekspektasi orang tuanya, dan menjadi manusia biasa yang boleh lelah dan menangis semaunya. Terdengar sederhana. Namun, eksekusinya? Tidak semudah kedengarannya. Musuh mereka kali ini bukan hanya perasaan yang belum selesai atau keraguan untuk menjalin hubungan, tetapi juga sepaket dengan: - huru-hara mengurus pernikahan, antara muda-mudi yang tidak suka keributan, dan gengsi orang tua dengan standar langitnya, - jadwal jaga Clara sebagai residen tahun ketiga yang semakin tidak masuk akal saja, - trauma masa lalu Dirga tentang menjadi kepala keluarga, dan - tentu saja ... ego dua anak sulung yang sama-sama keras kepala. Jika Operation Heart adalah tentang menemukan cara terbaik untuk jatuh cinta, maka Operation Home adalah tentang menetap, merawat, dan memupuk cinta agar selalu mekar sempurna. Selamat datang di rumah tangga Adirga dan Adelia. Silakan lepas alas kaki (dan ego) di depan pintu, ya.
The Lines We Write by messylittlecat
messylittlecat
  • WpView
    Reads 26,673
  • WpVote
    Votes 2,969
  • WpPart
    Parts 24
UPDATE: Selasa dan Jumat. Jangan lupa vote dan comment nya juseyyoo🫶 [Mengandung muatan yang tidak cocok untuk dibaca anak di bawah umur. Baca part Moodboard dan Catatan terlebih dahulu!] Baskara Kamandaka Wibisono, calon presiden termuda sepanjang sejarah modern republik, terancam kehilangan suara. Perdebatan sengit dengan ketua tim kemenangannya hanya meninggalkannya dengan dua pilihan: menerima kehadiran Kiara, orang yang akan menjadi otak di balik pidato-pidatonya, atau kehilangan kariernya. Di sisi lain, Kiara harus mengambil satu keputusan besar: melanggar sumpahnya dengan menerima tawaran menjadi dalang di balik suara yang membuat Baskara terdengar lebih manusia, atau mempertahankan idealismenya dan kehilangan dunianya. Masalahnya, bagi Kiara Pramidita, keberadaan Baskara Kamandaka Wibisono di kancah politik nasional sendiri adalah sebuah kutukan. Pria itu adalah simbol dari betapa kotor dan menyedihkannya politik negerinya, sekaligus arsitek di balik hancur dunianya lima tahun yang lalu. Kehancuran yang membuatnya bersumpah tidak akan menginjakkan kaki di dunia politik lagi. Ketika keduanya harus bekerja sama, mampukah mereka saling percaya untuk memenangkan negara, tanpa melangkahi garis tipis yang memisahkan rasa? *** DISCLAIMER: Cerita ini hanya fiktif belaka. Kesamaan nama, tempat, kejadian, atau karakter hanya sebuah kebetulan.