radenkuiris
- LECTURAS 204
- Votos 17
- Partes 2
The Roaring Twenties. Dekade kemewahan yang gemerlap di mana jazz menenggelamkan gema perang dan sampanye menutupi bau busuk aristokrasi yang sekarat. Sementara dunia lama berdarah, Dinasti Winter berkuasa penuh. Mereka adalah kapitalis pemangsa di Dunia Baru, mengubah reruntuhan kekaisaran menjadi singgasana emas.
Di pucuk pimpinan adalah Hana Leni Winter, pewaris hedonis dari kerajaan Winter Jewel. Terluka oleh perselingkuhan ayahnya dan dikeraskan oleh puing-puing masa lalu sahabatnya, Hana memandang cinta sebagai kemewahan bagi orang miskin dan kelemahan bagi orang bodoh. Dia tidak datang ke Kekaisaran Eisenrich untuk percintaan; dia datang untuk menagih hutangnya.
Namun, di antara puing-puing para bangsawan lama, berdiri Matthäus von Dornheim, Adipati Eichen. Seorang pria yang terkenal karena meninggalkan tunangannya yang bangsawan, Clarisse, demi kepolosan seorang rakyat biasa, ia terbiasa dengan kepala yang tertunduk dan hukum yang dilanggar. Kini, ia berhadapan langsung dengan wanita yang memegang kendali Kekaisaran yang ia sebut sebagai rumahnya.
Matthäus seharusnya waspada terhadap wanita yang mengancam warisannya. Sebaliknya, ia menjadi tak terkendali, terpikat oleh "Pewaris Scarlett" yang berani mempermalukannya di aula kekuasaan dan mengejek kejantanannya dengan senyum yang tajam. Baginya, wanita itu adalah permata langka yang sulit didapatkan; baginya, ia hanyalah aset lain yang akan dilikuidasi.
Di dunia ruang rapat yang berlumuran darah dan ruang dansa yang dipenuhi asap, perang dingin berkobar. Di antara seorang Duke yang menolak untuk kalah dan seorang Winter yang menolak untuk merasakan, permainan ini bukan lagi tentang balas dendam. Ini tentang siapa yang memiliki siapa ketika musik akhirnya berhenti.