Daftar Bacaan Raihan0987654
2 stories
Ketos Dingin Itu Suamiku (END) by Min_Land
Min_Land
  • WpView
    Reads 2,177,159
  • WpVote
    Votes 33,046
  • WpPart
    Parts 52
FOLLOW DULU SEBELUM BACA GAES🤭DILARANG PLAGIAT⚠️ Aku sedikit udah lagi untuk judulnya karna judul yang sebelumnya menurutku kurang cocok sama alur novelnya😁 "Jadi, elo yang di jodohkan sama gue" Claudya Agatha Victoria. "Cewek aneh" Alister King Zeiroun. Dua manusia yang di satukan dengan ikatan pernikahan, apakah mereka akan menerima satu sama lain? Atau di antara mereka ada yang jatuh cinta lebih dulu? Highest rank 3 in Badgirl (5 februari 2025) 1 in Badgirl (6 februari 2025) 1 in Badgirl (10-12 februari 2025) 1 in ketos (19 April 2025) 4 in asrama (24 Juni 2025) 2 in perjodohan (24 September 2025) 1 in ketos (1 Oktober 2025) 1 in sekolah (14 Oktober 2025) 1 in ketos (19 Oktober 2025) 2 in ketos (28 Oktober 2025) 1 in ketos (29-30 oktober 2025) 3 in romansa (3 November 2025) 1 in Badgirl (16-17 November 2025) 2 in Ketos (17 November 2025) 1 in Badgirl (20 November 2025) 5 in Asrama (20 November 2025) 1 in asrama (03 Desember 2025) 1 in asrama (17 desember 2025) 2 in badgirl (17 desember 2025) 3 in ketos (17 desember 2025) Start : 20 Oktober 2024 Finish : 28 Agustus 2025
Jodohku,Farhan Aim by rafteldreamer
rafteldreamer
  • WpView
    Reads 1,187
  • WpVote
    Votes 104
  • WpPart
    Parts 33
Amora pikir hidupnya di Pondok Pesantren Modern Shohwatul Is'ad akan lurus-lurus saja: belajar agama, mengaji, dan lulus dengan predikat santriwati teladan. Tapi semua berubah sejak kemunculan Farhan Aim, santri pindahan dari kota yang sikapnya dingin, misterius, namun diam-diam memikat hati. Farhan Aim datang membawa rahasia masa lalu yang membuat Amora penasaran. Di antara rutinitas mengaji kitab kuning dan hafalan Al-Qur'an, bunga-bunga asmara mulai tumbuh. Namun, cinta di pesantren tidak semudah itu. Ada aturan ketat, pandangan dari para ustadz/ustadzah, dan tantangan untuk menjaga hati agar tetap pada koridor syar'i. Bisakah Amora dan Farhan Aim mempertahankan perasaan mereka di tengah tuntutan kehidupan pesantren yang sakral? Ataukah kisah mereka hanya akan menjadi cerita bisu di balik dinding-dinding kokoh Shohwatul Is'ad?