anatasss_
- Reads 307
- Votes 83
- Parts 11
PROLOG
Untuk semua anak perempuan yang pernah merasa asing di rumahnya sendiri, dan bertanya dalam diam: "Mengapa aku dilahirkan?"
Cerita ini bukan hanya tentangku. Ini tentang kita. Tidak ada doa yang menyambut kelahiranku. Tidak ada syukur, tidak ada pelukan hangat ibu, tidak ada ciuman di dahi dari ayah. Bahkan, namaku pun dipilih tanpa makna. Lila. Nama yang katanya singkat dan mudah diingat, tetapi tak pernah benar-benar dipanggil dengan kasih.
Ketika aku kecil, aku percaya bahwa aku adalah kesalahan. Anak yang lahir dari perut seorang ibu yang terlalu lelah untuk mencintai, dan dari ayah yang memilih pergi karena kelahiranku. Keyakinan itu menancap dalam, menggerogoti hari-hariku dengan rasa bersalah yang bahkan tidak kuketahui dari mana datangnya.
Tapi kemudian, aku tumbuh. Luka-luka itu tidak sembuh, tetapi mereka mengajarkan aku bahasa baru: keberanian.
Aku mulai menulis buku ini bukan hanya sebagai catatan hidup, tetapi sebagai jembatan. Jembatan dari perempuan yang sunyi menuju perempuan yang bersuara. Dari anak yang dikunci di kamar menuju perempuan yang berdiri di depan mikrofon dan berkata, "Cukup."
Cerita ini akan membawamu ke ruang-ruang sempit: kamar masa kecilku yang dingin, pabrik tempatku memeras keringat demi biaya kuliah, ruang organisasi kampus yang penuh debat, dan panggung- panggung kecil tempat aku membacakan puisi tentang tubuh, luka, dan harapan.
Tapi lebih dari itu, aku ingin kau melihat perjalanan seorang anak perempuan yang tumbuh dalam penolakan, lalu perlahan membangun dunianya sendiri. Dunia yang penuh luka, ya. Tapi juga penuh makna. Karena setiap perempuan berhak memiliki suara. Dan ini suara dari luka yang tak lagi bisu.
- Lila