Lauvyren
- Reads 1,686
- Votes 273
- Parts 21
Shian nggak pernah niat jadi ketua OSIS. Sampai namanya tiba-tiba masuk jadi kandidat dan dia harus berhadapan dengan Kade, ketua basket yang terlalu tenang, terlalu terstruktur... dan terlalu sulit dikalahkan.
Debat mereka jadi pusat perhatian.
Argumen saling bertabrakan.
Ego sama-sama tinggi.
Dan di akhir pemilihan, Kade menang. Harusnya selesai.
Tapi ternyata, jadi ketua OSIS nggak semudah kelihatannya. Kade yang terbiasa dengan sistem rapi justru kewalahan menghadapi organisasi yang berantakan. Dan satu-satunya orang yang bisa dia andalkan adalah Shian.
Dari terpaksa kerja bareng, jadi sering berdua.
Dari debat, jadi kebiasaan.
Sampai mereka mulai sadar, yang bertabrakan bukan cuma pemikiran.
Tapi juga perasaan.