srchaff___
- Reads 2,557
- Votes 640
- Parts 11
Freen adalah seorang teknisi lampu panggung profesional yang dikenal dingin dan sangat fokus pada pekerjaannya. Bertahun-tahun ia bekerja di balik tirai panggung untuk mengatur cahaya untuk orang lain. Disisi lain, Becky adalah pemeran utama teater yang dikenal perfeksionis, keras terhadap diri sendiri, namun sebenarnya rapuh dan mudah merasa tertekan. Karirnya bersinar terang, tapi di balik cahaya itu ia menyimpan ketakutan besar, takut gagal, takut mengecewakan penonton, dan takut dianggap tidak cukup baik. Ketika pertama kali melihat Freen memimpin tim lampu, Becky meremehkannya, baginya perempuan tidak biasa menjadi kepala teknisi, dan ia mengira Freen hanya akan menjadi beban baru. Namun seiring latihan berjalan, Becky perlahan sadar bahwa Freen berbeda. Di balik sikap tenangnya, Freen selalu hadir pada momen penting, membaca ritme panggung dan memahami pergerakan Becky dengan baik. Semakin sering mereka berinteraksi di balik panggung, semakin sulit mereka mengabaikan perasaan yang tumbuh di antara mereka. Namun, apakah perasaan mereka akan terus berlanjut sampai salah satu dari mereka mengungkapkan perasaannya? Atau justru mereka menahan perasaannya tersebut karena tuntutan pekerjaan yang harus profesional?
-
-
Konsep cerita ini tidak memiliki banyak tulisan seperti di cerita-cerita lainnya melainkan melalui sebuah potongan atau beberapa foto sehingga kalian yang membacanya tidak merasa jenuh jika hanya tulisan saja. So enjoy guys selamat membaca😍
(Cerita yang dibuat pure dari author sendiri ya teman-teman. So sangat dilarang keras untuk melakukan plagiat atau mengcopy cerita ini ke aplikasi media sosial lainnya☺️🫶🏽💃🏻)