scrt_y
Prolog
"Di Antara Sunyi dan Cahaya"
Dalam hidup, tidak semua luka terlihat. Ada yang bersembunyi di balik senyum, dalam diam yang tak pernah dipertanyakan, atau dalam tatapan mata yang terlihat biasa saja. Aluna adalah salah satu dari mereka-yang tumbuh menjadi tempat cerita bagi banyak orang, namun sering lupa di mana ia bisa menceritakan dirinya sendiri.
Ia bukan tokoh utama dalam keramaian. Ia bukan gadis yang selalu dikelilingi sorotan, tapi entah kenapa, selalu ada saja mata yang diam-diam mencari keberadaannya. Ia tumbuh dalam keluarga yang tak sempurna, namun penuh cinta dalam bentuk yang tak selalu mudah dipahami. Ia menjadi bahu bagi kakak-kakaknya, tempat berlabuh keluh kesah tanpa banyak syarat. Tapi siapa yang jadi tempat berlabuh Aluna?
Di sekolah, Aluna dikenal karena auranya yang tenang dan matanya yang seperti menyimpan hujan. Ia disukai, dikagumi, bahkan diam-diam dikejar-oleh senior, teman sebaya, hingga adik kelas. Namun tak banyak yang tahu, bahwa di balik itu semua, ia pernah dikhianati oleh teman yang paling ia percaya. Difitnah, dijatuhkan, hingga akhirnya ia belajar bahwa kadang, diam adalah satu-satunya perlindungan.
Kisah ini bukan hanya tentang cinta remaja yang manis atau tentang popularitas di sekolah. Ini adalah kisah tentang tumbuh dan menyembuhkan. Tentang keluarga yang diuji oleh rasa sakit dan harapan. Tentang seorang ayah yang hampir kehilangan kakinya, dan seorang anak yang memilih untuk tetap kuat meski dunia seolah ingin runtuh. Ini juga tentang keberanian Aluna untuk tetap percaya pada kebaikan, meski luka yang ia miliki belum sepenuhnya sembuh.
Di antara sunyi yang membungkus hatinya, Aluna perlahan belajar menyalakan cahaya-untuk dirinya sendiri.
Dan dalam perjalanannya, ia akan menemukan bahwa kadang, cahaya itu tidak selalu datang dari orang lain. Tapi dari dalam dirinya sendiri.