Syahima1
- Reads 45,046
- Votes 608
- Parts 153
Demi kasih sayang ibu yang tidak pernah ia dapatkan, Shu Ning rela melakukan apa saja-termasuk menjadi anak penurut dan menjebak kakak tirinya, Shu Heng. Namun, pengabdiannya berakhir tragis. Ia dikhianati oleh ibunya sendiri, dicampakkan kekasih, dan dibiarkan membusuk di penjara. Di detik kematiannya, Shu Ning baru menyadari sebuah kenyataan pahit: satu-satunya orang yang diam-diam melindunginya selama ini adalah Shu Heng, kakak yang selalu ia anggap musuh.
Mendapat kesempatan hidup kedua, Shu Ning terbangun di masa SMP. Ia bertekad tidak akan lagi menjadi boneka ibunya. Dengan modal ingatan dari masa depan, ia mulai membangun kekayaan secara rahasia sambil tetap berpura-pura menjadi tuan muda yang malas dan gemar bersenang-senang. Fokus utamanya kini hanya satu: membalas kebaikan Shu Heng dan menjadi adik yang berbakti.
Namun, rencananya mulai melenceng. Shu Heng yang dikenal dingin, kaku, dan fobia kuman justru berubah menjadi sangat posesif. Sang kakak mulai menempel padanya, meminta tidur bersama, hingga memberikan ciuman selamat pagi yang terasa "tidak biasa". Shu Ning pun mulai bertanya-tanya: apakah ia terlalu berhasil menjinakkan kakaknya, sampai-sampai Shu Heng tidak lagi menganggapnya sebagai seorang adik?