Likhanaa
- Reads 35,403
- Votes 2,565
- Parts 41
Tahun 1934 kau membawa hatiku pergi sampai ke dermaga di pelabuhan Kota Hoorn. Mengajaknya menyusuri setiap jejak langkah yang tertinggal di atas jalanannya. Menghangatkannya dengan angin musim panas yang berhembus kencang mengibas layar-layar putih di atas tiang kapal. Mendekapnya erat saat salju pertama turun menutupi pelataran. Lalu kembali melepasnya kembali saat daun pinus mulai berguguran.
Tapi kenapa yang aku rasakan di sini begitu berbeda? Bukannya musim panas yang membelaiku tapi terik yang menyilaukan. Bukan dekapan erat saat salju pertama, melainkan rengkuhan pilu dibawah guntur dan kilatan cahaya. Bukannya terbang bebas bersama guguran daun pinus, hatiku justru terjerat di rimbunan hijau pohon mangga yang tumbuh subur bersama asmara di tanah terjajah.
⚠️Disarankan untuk vote dan follow terlebih dulu sebelum mulai membaca.⚠️