IrawanFrs
Ini bukanlah sebuah kisah tentang pahlawan suci.
Berlatar di sebuah pulau berkabut di ujung barat dunia, di masa ketika lonceng bangunan tua masih berdentang, bersaing dengan teriakan perang, dan iman baru berusaha mengubur kebiasaan lama dengan besi serta api. Dunia percaya bahwa segalanya dapat dipelajari: ilmu melalui disiplin, sihir melalui aturan, iman melalui doa.
Namun ada sesuatu yang menolak semua itu.
Arcane.
Bukan sihir. Bukan mukjizat. Bukan pula ilmu yang bisa diwariskan.
Arcane adalah istilah bagi kekuatan-kekuatan tersembunyi yang lahir dari benturan antara jiwa manusia dan kehendak dunia yang liar, fenomena non-magis, tak terklasifikasi, muncul tanpa mantra, tanpa mana, tanpa ritual. Ia tidak bisa diajarkan, tidak bisa dijinakkan, dan hampir selalu meninggalkan luka: pada tubuh, pada pikiran, atau pada dunia di sekitarnya.
Di bawah Guild Holy Dragon, Arcane bukanlah hal yang asing. Namun ada satu unit yang paling identik dengannya: Divisi Ke-10. Hampir seluruh anggotanya membawa kekuatan Arcane. Liar, tak stabil, dan sulit dikendalikan. Setiap misi yang mereka jalani nyaris tak pernah berakhir rapi. Bangunan runtuh, medan berubah, dan batas antara keberhasilan dan kehancuran sering kali kabur.
Dari situlah julukan itu lahir: The Wreckers.
Bukan karena mereka mencari kehancuran, tapi karena kehancuran selalu mengikuti mereka.
The Wreckers: Arcane adalah kisah tentang manusia-manusia yang sadar mereka bukan pahlawan, dan mungkin bukan lagi sepenuhnya manusia. Mereka maju bukan karena harapan, tapi karena dunia mulai melihat sesuatu yang seharusnya tidak diperhatikan. Sesuatu yang tua, luas, dan lapar.
Mereka berjalan di atas puing-puing, sementara di balik kehancuran itu, ada sesuatu yang perlahan... terbangun.