secret_022
Di negara Arvenia, hukum berdiri megah, tapi keadilan hanya milik mereka yang berkuasa.
Selena Ardhya adalah jaksa paling bersih dan paling dipercaya negara. Ia tumbuh dengan keyakinan bahwa hukum adalah satu-satunya cara menjaga dunia tetap waras. Reputasinya sempurna. Rekam jejaknya tanpa cela. Ia adalah wajah keadilan modern Arvenia.
Sampai ia ditugaskan menangani kasus paling sensitif dalam sejarah negara:
Lucien Kaeltrhon.
Pria yang dijuluki media sebagai "The Devil of Arvenia". Ia membunuh lima pejabat tinggi negara, orang-orang yang secara hukum dinyatakan bersih dan terhormat. Ia tidak melarikan diri. Tidak menyangkal. Tidak meminta pembelaan.
Ia hanya berkata:
"Aku menghukum mereka karena negara tidak berani."
Semakin Selena menyelidiki kasus ini, semakin ia menemukan celah dalam sistem yang selama ini ia bela. Bukti-bukti mengarah pada korupsi besar yang sengaja ditutup. Berkas yang hilang. Saksi yang tiba-tiba mati. Tekanan politik dari atasan.
Dan yang paling berbahaya, Lucien tampaknya tahu lebih banyak daripada yang seharusnya ia ketahui.
Di balik jeruji besi, Lucien mulai menggoyahkan keyakinan Selena. Bukan dengan rayuan manis, tapi dengan fakta. Dengan kebenaran yang menyakitkan. Dengan pertanyaan yang tidak bisa ia abaikan.
Hubungan mereka berubah menjadi permainan psikologis berbahaya:
Antara penuntut dan terdakwa.
Antara hukum dan moral.
Antara keadilan dan balas dendam.
Semakin dekat Selena pada kebenaran, semakin ia harus memilih:
Tetap menjadi simbol hukum yang mungkin palsu,
atau menghancurkan sistem yang selama ini ia lindungi.
Dan di tengah kekacauan itu, tumbuh ketertarikan yang gelap, bukan cinta yang menyelamatkan, tapi obsesi yang bisa menghancurkan keduanya.
Karena dalam dunia di mana hukum bisa dibeli,
siapa sebenarnya yang pantas disebut iblis?