saldik22
- Reads 973
- Votes 139
- Parts 6
"Om... ah... hisap lagi... iya, begitu..." desah Faisal. Ia sangat menikmati servis oral dari Om Boy. "Jangan banyak omong, lakukan yang benar."
Faisal menekan kepala pria matang itu agar miliknya masuk lebih dalam ke tenggorokan. Matanya penuh nafsu. Ia menarik wajah Om Boy, menciumnya dengan kasar dan penuh gairah. Tangan Faisal meraba punggung lalu turun ke pantat Om Boy
Plak! Plak! Plak!
Tamparan di bokong itu membuat Om Boy mendesah kencang di sela ciuman mereka. Jari Faisal mulai mencari lubang kenikmatan Om Boy
"Om suka yang mana? Dijilat atau diginiin?" tanya Faisal sambil menusukkan jari tengahnya ke dalam lubang Om Boy.
"Ahhh... di situ... enak... yang dalam..." rintih Om Boy saat Faisal menyentuh titik sensitifnya
"Faisal...?" Andika menjatuhkan gelasnya hingga pecah berkeping-keping
Faisal tertegun sejenak, namun seringai licik segera muncul di wajahnya. Ia menutup pintu dan menguncinya. "Ternyata Tuan Muda kita yang sombong suka di puasin dengan cowok juga"
Andika tertawa pahit, wajahnya memerah karena alkohol dan malu. "Gue nggak tahu kalau 'Silver' itu lo, gue benci lo, Faisal! Lo munafik!"
"Benci adalah awal yang bagus untuk malam ini," balas Faisal. Ia berjalan mendekat, setiap langkahnya mengintimidasi. Ia mencengkeram kerah jubah Andika dan mendorongnya hingga punggungnya menghantam jendela kaca besar yang menghadap kelap-kelip lampu Jakarta. "Lo sudah bayar untuk waktu gue, Andika. Dan gue nggak suka mengecewakan klie