Canny_Asaa
Keluarga Lee merupakan konglomerat terpandang di Korea Selatan. Mereka memiliki para pewaris yang cantik cantik, Ruka, Pharita, Asa, Ahyeon, Rami, Rora, dan sebenarnya ada satu lagi, Chiquita Lee. Tapi sayang, si bungsu Lee telah meninggal saat usianya masih belia. Saat itu, ia baru berusia 5 tahun sewaktu tragedi dikapal pesiar terjadi. Karena hal itu, para pewaris tumbuh menjadi sosok yang dingin tak tersentuh. Bagaimanapun, diluar sana banyak sekali yang ingin menjadi teman untuk memanfaatkan mereka, atau parahnya diam diam menjadi musuh dalam selimut.
Bertahun tahun menjadi sosok yang minim empati membuat mereka tak peduli dengan pembulian disekitar mereka. Bagi mereka, itu sudah menjadi takdir para korban yang tak bisa dielak. Seperti halnya mereka yang tak bisa berbuat apa apa saat asik bungsu mereka direnggut.
Namun semuanya mulai berubah saat muncul kehadiran Park Canny. Seorang murid beasiswa kelas 10 yang berasal dari kampung pesisir Korea Selatan. Kulitnya tampak gelap, pakaiannya sedikit lusuh. Meski begitu, ada semacam aura yang membuat para pewaris Lee tak bisa melepaskan pandangannya dari dia. Dan, itu membuat perasaan mereka terganggu.
"Bukan kah hidup itu keras, Canny-ssi?"
"Kalau kau tak mampu, enyahlah!"
"Cih, sok jual mahal. Aku muak melihat manusia sepertimu."
"Salahkan dirimu sendiri, kenapa kau begitu payah!"
"Aku membencimu. Kau hanya ingin memanfaatkan kami, kan?!"
"Hidupmu milikku, jangan membantah. Kau hanya manusia kelas rendahan."
Tapi bagaimana, jika ternyata sosok Park Canny adalah jawaban dari perasaan bersalah mereka selama ini? Andai mereka tahu bahwa ia adalah Lee Chiquita, adik mereka yang dikira sudah meninggal dunia. Apa yang akan terjadi?