Handay32
- Reads 5,842
- Votes 975
- Parts 17
Begadang tiga hari berturut-turut demi mengejar tenggat waktu rebranding logo korporat, jiwaku justru terlempar ke dunia antah-berantah. Aku terbangun di dalam tubuh Elara Von Sherwood-karakter figuran dalam novel fantasi populer yang ditakdirkan mati tragis dipenggal oleh tunangannya sendiri, sang Duke berdarah dingin, Kaelen de Valerius.
Dalam cerita aslinya, Elara adalah wanita lemah, cengeng, dan selalu gemetar ketakutan, menjadikannya umpan meriam yang mudah dijebak oleh sang tokoh utama wanita palsu, Alicia.
Namun, mereka lupa satu hal. Jiwa yang kini mendiami tubuh Elara adalah seorang desainer grafis modern yang terbiasa berpikir logis, taktis, dan ahli membedah distorsi visual.
"Jika jiwa yang lama memilih mati ketakutan, maka jiwa yang baru tidak akan membiarkan leher ini disentuh oleh pedang mana pun."
Mengubah takdir, Elara membuang gaun renda merah mudanya yang norak. Ia bertransformasi menjadi sosok yang elegan, cerdas, dan sedingin es. Menggunakan keahlian lamanya, ia merombak bisnis kain keluarganya yang bangkrut menjadi butik paling eksklusif di kekaisaran, L'Étoile, memanipulasi ego para sosialita tertinggi.
Rencana Elara sederhana: kumpulkan uang yang banyak, bersihkan nama dari fitnah, lalu batalkan pertunangan agar bisa hidup bebas.
Namun, permainan logika ini melenceng jauh dari halaman novel saat Duke Kaelen-pria kejam yang seharusnya membencinya-mendadak merobek surat pembatalan pertunangan di depan wajahnya.
"Dulu aku ingin melepaskanmu karena kau lemah dan membosankan, Elara. Tapi sekarang? Kau terlalu berharga. Kau tetap milikku. Sampai kapan pun."
Ketika sang tiran berdarah dingin berubah menjadi predator yang terobsesi dan menolak melepaskannya, sanggupkah Elara mempertahankan dinding es di sekeliling jiwanya? Atau ia justru akan terperangkap dalam takdir baru yang ia desain sendiri?