AfisiaDewima4
[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA]
****
*Cerita ini adalah Lanjutan Part cerita dari Adam & Clara [A Day With My Little Girl]
****
Tiga tahun lalu, Clara Rayyana Arras kehilangan cinta pertamanya. Bukan kekasih. Bukan seseorang yang sempat ia genggam di bangku taman atau ajak berjanji di bawah langit sore. Cinta pertamanya adalah kakaknya sendiri.
Adam Rayyanza Arras.
Sejak kepergian Adam, hidup Clara berjalan seperti jam rusak, masih berdetak, tapi tak pernah benar-benar menunjukkan waktu. Ia tumbuh, bernafas, kuliah, tertawa seperlunya. Namun di dalam dadanya, ada ruang yang tak pernah terisi lagi. Ruang yang dulu selalu dipenuhi suara Adam memanggil namanya dengan lembut, tangan Adam yang menuntunnya pulang, dan janji Adam yang sederhana : aku selalu di sini.
Tiga tahun cukup lama bagi dunia untuk meminta Clara bangkit dan hari itu, sebagai mahasiswa baru, Clara mencoba menuruti dunia. Ia berjalan melewati lorong kampus dengan langkah yang dipaksa ringan. Ia mencoba percaya bahwa hidupnya harus terus berjalan, meski tanpa Adam di dalamnya.
Sampai ia melihatnya.
Seorang pria berdiri di ujung koridor, mengenakan kemeja hitam yang digulung sampai siku. Wajahnya setengah tertutup cahaya jendela. Rambutnya, posturnya, cara ia menunduk sambil memegang buku di tangan, semuanya... terlalu familiar.
Clara membeku. Napasnya tercekat. Dunia di sekitarnya seperti terhenti dalam satu detik yang panjang dan menyakitkan. Karena pria itu memiliki wajah yang sama dengan Adam. Bukan sekadar mirip.
Sama.
Hari itu seharusnya menjadi hari Clara mulai bangkit. Hari pertama ia mencoba berdamai dengan kehilangan. Namun takdir justru mempertemukannya dengan seseorang yang mengembalikan semua luka ke permukaan. Seseorang yang membawa wajah masa lalu ke hadapannya, seolah kematian tak pernah benar-benar memisahkan mereka.
Rahasia yang perlahan akan membuka kembali masa lalu. Rahasia yang akan membuat Clara mempertanyakan takdir, kehilangan, dan arti pulang.