mochiwzayy
- MGA BUMASA 510
- Mga Boto 14
- Mga Parte 10
Bagi keluarga besar Adiwangsa, Gevan adalah kesalahan yang nyata. Ia adalah noda di tengah putihnya prestasi sang Abang, dan duri dalam keharmonisan Papa dan Mamanya. Di rumah megah yang terasa sedingin es itu, Gevan belajar satu hal: suaranya adalah gangguan, dan keberadaannya adalah beban.
Setiap hari Gevan menelan cacian Papa sebagai sarapan, menerima tatapan jijik Mama sebagai teman, dan memikul amarah Abangnya yang tak beralasan. Ia tetap bertahan, mencoba memberikan "hangat" meskipun dirinya sendiri sedang membeku. Ia percaya, suatu saat nanti, pintu hati mereka akan terbuka.
Namun, manusia punya titik jenuh. Saat satu fitnah besar menghancurkan sisa harga diri yang ia miliki, Gevan memilih untuk berhenti. Ia berhenti berharap, berhenti peduli, dan akhirnya... berhenti ada di jangkauan mereka.
Ketika sebuah rahasia besar dan kotak tua di bawah tempat tidur Gevan terbuka, barulah Papa, Mama, dan Abangnya menyadari satu kebenaran pahit: Gevan tidak pernah membenci mereka. Justru Gevan-lah yang selama ini menjaga agar rumah itu tidak hancur.
sayangnya, permintaan maaf adalah kata paling sia-sia ketika sang pemilik hati sudah terlanjur pergi membawa lukanya sendiri