melizmoe's Reading List
3 stories
... by Owneva_
Owneva_
  • WpView
    Reads 2,518,705
  • WpVote
    Votes 127,544
  • WpPart
    Parts 51
+12 more
Diodoran #Wattys2017 by shisakatya
shisakatya
  • WpView
    Reads 1,302,448
  • WpVote
    Votes 31,924
  • WpPart
    Parts 11
Kalau kata orang jaman dulu, yang namanya banyak anak pasti banyak rezeki. Tapi kalau jaman sekarang. Banyak anak pusing sendiri. Kehidupan seorang Azzora Kanaya berubah 180 derajat setelah menikah dengan seorang duda keren sarang duit yang memiliki anak empat. Dia pikir lepas dari masa lajang, dia bisa senang-senang. Kenyatannya tidak!!! Ora masih harus berjuang setengah mati melahirkan anak-anak sang mantan Duren setiap setahun sekali. Tapi setelah kelahiran anaknya ke 5 apakah, pernikahannya masih mampu bertahan. Atau menyerah pada keadaan. "GUE INI CEO KERAS COMPANY, MASA DISURUH TENTENG TAS HELLO KITTY WARNA PINK!!! APA KATA DUNIA????" Kara Ganendra sang master pabrik jentik-jentik. "Dia pikir gue mesin cetak anak. Setiap setahun sekali keluar rumah sakit buat ngelahirin anak-anaknya. Sekali-kali suami macem begini harus dikasih kerjaan. Biar kapok buat istrinya hamil terus!!! Selamat menikmati anak-anakmu, MAS KARA GANENDRA" Azzora Kanaya. ---- Semua kisah ini berasal dari judul duren sawit dan berakhir di judul diodoran. Diam-diam Ora Doyan Reproduksi Anak.. Kalau mau baca kisahnya, baca duren sawit dulu yaa.. PENGUMUMAN... BEBERAPA PART SAYA PRIVATE. MENGHINDARI ORANG-ORANG JAHAT DILUARAN SANA. SALAM JENTIK-JENTIK
ST [1] - (Fat)e by wulanfadi
wulanfadi
  • WpView
    Reads 3,808,866
  • WpVote
    Votes 272,684
  • WpPart
    Parts 38
Disclaimer: Cerita ini adalah cerita amatir yang memiliki banyak kekurangan. Harap dibaca dengan bijak :) --- Sisterhood-Tale [1] : Taylor Hana Anderson Setiap perempuan selalu menjadi putri yang menunggu pangeran sejatinya datang. Taylor percaya kata-kata itu, kata-kata yang Mama ucapkan disaat dia berumur enam tahun. Dia yakin, pangerannya akan datang dengan mengendarai kuda poni berwarna putih dan membawa cincin pernikahan. Bodoh. Tentu saja itu imajinasi masa kecilnya. Di Jakarta, tak mungkin ada cowok memakai baju pernikahan. Apalagi mengendarai kuda. Namun, perkataan Mama ternyata benar. Meski bukan dalam artian sesungguhnya. Contohnya saja hidup Taylor. "Aku selalu menunggu kamu untuk melihatku. Kamu yang tidak pernah melihatku. Dia yang selalu menungguku. Kami terus saja berputar dalam satu lingkaran dan tak pernah bersinggungan. Kami selalu-dan tanpa sadar-bermain mengejar dan menangkap. Kami sama-sama tidak mengatakan sesuatu untuk meluruskan semuanya. Dan akhirnya, kami berbenturan dalam lingkaran tersebut." Copyright © 2013 by wulanfadi