Meytalicia
- LECTURAS 42
- Votos 10
- Partes 2
G x G ❎
Best friend ✅
Dunia seharusnya tahu bahwa persahabatan Eina dan Yuha adalah sebuah bencana administratif yang indah.
Bayangkan saja: yang satu adalah Yuha, gadis serupa iklan sampo berjalan yang keanggunannya bisa membuat debu di perpustakaan merasa minder. Yang satunya lagi adalah Eina, fotografer ajaib dengan rambut warna coral yang frekuensi tawanya bisa memecahkan kaca jendela dan hobinya mengekor di belakang Yuha seperti bayangan yang kelebihan energi.
Selama bertahun-tahun, masalah terbesar mereka hanyalah bagaimana cara mengusir Sion, si ketua organisasi kampus yang terlalu percaya diri. Dengan bantuan semangkuk seblak pedas dan kemoceng. Atau perdebatan sengit di ruang ganti mal tentang apakah motif stroberi pada pakaian dalam itu "imut" atau "skandal".
"Selama aku ada, nggak akan ada buaya yang bisa gigit kamu, Kak!" begitu sumpah Eina sambil menodongkan lensa kameranya.
Namun, takdir ternyata adalah penulis skenario yang brengsek.
Tanpa peringatan, tawa mereka diredam oleh aroma antiseptik yang menusuk. Kamera Eina yang biasanya menangkap senyum kemenangan Yuha di atas panggung wisuda, kini harus dipaksa menangkap bayangan Yuha yang layu di atas sprei putih rumah sakit. Kanker bukan hanya mencuri rambut hitam indah Yuha, tapi juga mencoba merampas mimpi mereka tentang menara Eiffel dan salju di Swiss.
Di ambang perpisahan, antara Jakarta yang penuh memori dan Tokyo yang menjanjikan masa depan. Sebuah janji dibisikkan di tengah bunyi monitor jantung yang monoton.
Ini bukan sekadar cerita tentang dua gadis yang hobi photobox. Ini adalah kisah tentang bagaimana tawa paling keras seringkali lahir dari hati yang paling hancur, dan bagaimana sebuah persahabatan mampu menantang maut demi sebuah janji perjalanan ke Eropa.
"Kak, jangan tutup matamu dulu. Paris belum kita foto."