WuJiww
Logika komputer atau perasaan manusia? Dua kutup yang jelas sangat bertolak belakang: Di bawah bayang-bayang reputasi kakaknya, AuAu semakin agresif mencari 'bug' dalam sistemnya demi mengejar Save yang justru selalu menghindar karena ia benci menjadi pusat perhatian, dan TeeTee yang dibuat hampir gila saat algoritma justru meneriakan hasil yang berlainan dengan kenyataan bahwa TeeTee selalu membenci Por, si anak tetangga kaya raya yang sombong. Jika angka nol adalah logic error dan skor sempurna adalah hardcoded value, apa algoritma masih bisa di percaya sebagai sistem yang mampu mendikte perasaan manusia dengan akurat?