1999
3 stories
Mawar Liana by tx421cph
tx421cph
  • WpView
    Reads 119,069
  • WpVote
    Votes 14,618
  • WpPart
    Parts 16
Soerabaja, Hindia Belanda, 1892 "Tolong jangan berikan mawarmu yang indah kepada pria lain, Liana." Jefferson bersua dengan mata polos yang legam khas wanita pribumi, hatinya bergetar dan lidahnya kelu. Air wajahnya yang selalu tenang bahkan tak mampu menyembunyikan betapa dia memuja perempuan pengurus kebun mawar tersebut, Liana.
JAYANEGARA ✓ by theresachristi
theresachristi
  • WpView
    Reads 1,797,696
  • WpVote
    Votes 203,423
  • WpPart
    Parts 43
[ WATTYS 2023 SHORTLIST ] ༻─Ꭺ᥉ɾᥲɾ Ᏼᥙᥲᥒᥲ I─༺ Laras tak menyangka bila mimpi-mimpinya adalah pecahan puing-puing ingatan masa lalu. Raja Jayanegara──Raja yang dituliskan sejarah sebagai Raja tak bermoral nan lemah──adalah Raja yang mencintai Laras di kehidupan sebelumnya. Namanya memang tak pernah tercatat pada setiap baris aksara Pararaton atau Negarakertagama. Namun, sampai kapanpun, takdir tetap akan membawa seorang Larasati Senja, berada dalam pelukan sang Jayanegara.
Kutunggu Kau di Sudut Kota Jakarta sejak 1965 by Eriscafebriani
Eriscafebriani
  • WpView
    Reads 2,860
  • WpVote
    Votes 304
  • WpPart
    Parts 2
Apa yang terjadi jika cinta pertama datang di masa yang paling salah? Rano, siswa SMA pecinta lagu-lagu barat, tumbuh di tengah gelombang nasionalisme yang mencurigai siapa pun yang berbeda. Ia dianggap asing, aneh, bahkan tak setia pada tanah air, hanya karena selera musiknya. Lalu ia jatuh cinta. Pada Asia, gadis yang menari seperti doa, putri seorang ustadz besar yang menjunjung tinggi kehormatan dan kesetiaan keluarga. Tapi cinta tak punya kuasa ketika sejarah sedang murka. Tragedi G30S/PKI meledak. Keluarga Asia dibayang-bayangi bahaya. Rano diasingkan. Asia diamankan. Kata-kata tak sempat diucapkan, hanya pandangan terakhir yang menggantung. Jakarta jadi pelarian. Tapi bagi Rano, itu bukan tempat untuk lari, melainkan tempat untuk menunggu. Menunggu Asia. Menunggu masa depan yang mereka bayangkan berdua. Dan sejak itu, Rano menunggu. Di sudut kota Jakarta. Sejak 1965.