n4_usicaa
- Malam itu, lamunan ku tengah pecah, sebuah nada dering handphone membangunkan ku dari kekosongan ruang, sebuah kontak, dengan nama yang sudah sangat lama aku tidak melihatnya, rasanya benci, tapi juga bahagia. Namun, aku merasa ini bukan pertanda baik.
Tangan ku meraih benda pipih itu, dan mengangkatnya, walau rasa enggan mengikat dada ku.
Telefon itu terdengar, sangat sunyi, aku terdiam, apa mereka salah pencet tombol? Atau enggan berbicara padaku? Tapi ternyata salah, sebuah suara yang sangat ku ingat, ia berbicara
Dan kalimat itulah, yang sangat ku benci, "𝘋𝘦𝘬, 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢? 𝘉𝘶𝘯𝘥𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭.."
Seketika semuanya runtuh.