👑
10 stories
Kembang Pendhapa by ininadi23
ininadi23
  • WpView
    Reads 43,918
  • WpVote
    Votes 2,503
  • WpPart
    Parts 55
"Silakan mengisi buku tamu terlebih dahulu, Mas." Menjadi petugas humas di Keraton Surakarta membuatku terbiasa menyambut setiap tamu tanpa memandang siapa mereka. Hari itu pun sama. Seorang pria berbatik datang, mengisi buku tamu, lalu pergi setelah mengucapkan terima kasih. Hingga beberapa menit kemudian... "Ndhis... kamu tahu siapa yang barusan kamu suruh isi buku tamu?" "...Kanjeng Raden Mas Dananjaya Kusumawardana." Sejak pertemuan sederhana itu, langkah kami terus dipertemukan. Di antara tembok-tembok tua keraton, tradisi yang masih dijaga, dan dunia yang begitu berbeda... aku mulai menyadari bahwa takdir sering datang dengan cara yang paling sederhana. slowburn!!!! ⸻ ⚠️ Warning Cerita ini merupakan karya fiksi. Nama tokoh, alur, silsilah keluarga, serta peristiwa dalam cerita adalah hasil imajinasi penulis dan tidak merujuk pada keluarga keraton mana pun. Novel ini hanya terinspirasi oleh budaya, tata krama, dan suasana Keraton Surakarta sebagai latar cerita. Segala bentuk gelar, adat, maupun tradisi yang ditampilkan telah disesuaikan dengan kebutuhan alur dan tidak dimaksudkan sebagai representasi sejarah atau fakta secara utuh. Mohon bijak dalam membaca dan selamat menikmati kisah Kembang Pendhapa. 🌸
Mulih (END) by ninimoi
ninimoi
  • WpView
    Reads 705,153
  • WpVote
    Votes 48,143
  • WpPart
    Parts 74
GPH Giandra Abisatya Soetjipto, penerus adipati Danadyaksa, tahu bahwa jalan hidupnya sudah ditentukan jauh sebelum ia sempat memilih. Yang tidak ada dalam ekspektasi Gian adalah bertemu dengan Aurea Danika, seorang Senior Consultant dari Jakarta yang sedang rekreasi bersama teman-teman kantornya ke Pura Danadyaksa dan tiba-tiba masuk ke perpustakaan milik pura yang seharusnya tidak terbuka untuk umum. "Dan aku dengan enaknya manggil kamu Gian gitu aja? Aku bakal kena hukum adat kah, Gi? Eh, Gusti?" "Santai aja, Re. Temen-temenku juga udah tau aku siapa tapi masih manggilnya Gian, kadang Bro, kadang Nyet, kadang-serius, Re. Aman aja. Masyarakat Solo aja juga kadang manggilnya Mas, kok. Gapapa, ini bukan zaman kerajaan dulu." Dari perpustakaan tua ke Pasar Gede, dari malam-malam di ruang kerja hingga sarapan bersama keluarga yang tidak pernah mereka rencanakan, Rea dan Gian menemukan sesuatu yang tidak mereka cari. Tapi di balik tembok Pura Danadyaksa, ada kepentingan yang lebih besar dari perasaan dan harga yang harus dibayar untuk setiap pilihan yang dibuat. Mulih : Pulang, kembali ke rumah (Illustrations of Rea and Gian were drawn by @hi.buttery on Instagram)
Simfoni Jiwa by _annura
_annura
  • WpView
    Reads 719,974
  • WpVote
    Votes 40,411
  • WpPart
    Parts 103
Layaknya sebuah simfoni yang rumit namun selaras, jiwa Bhadrika dan Tavisha mengalun indah melalui untaian kisah yang manis. Tayangan acak di Youtube menjadi langkah awal Tavisha mengenal sosok Bhadrika. Rasa kagum, hati yang berbedar, dan senyum yang mengembang muncul begitu saja hanya karena membaca namanya, mendengar suaranya, dan melihatnya lewat gambar. Sejalan dengan itu, harapan pun tumbuh seiring dengan do'a yang dipanjatkan. Meskipun logikanya seringkali menentang. Karena sosok Bhadrika bukanlah sosok yang biasa. Bhadrika adalah seorang laki-laki yang memiliki latar belakang keluarga, pendidikan, karir, dan relasi yang luar biasa hebat. Masyarakat bahkan menyematkan panggilan: mas-mas Jawa premium untuk sosoknya. Gelar dan amanah yang di emban Bhadrika sejak usianya genap 24 tahun itu membuatnya perlahan mulai kehilangan sosok dirinya sebelum naik tahta. Pertemuannya dengan Tavisha di ruang kerjanya siang hari itu, obrolan singkat mereka, gestur tubuh perempuan itu, tanpa sadar menarik Bhadrika untuk jatuh ke dalam pesona perempuan itu yang mampu membuatnya meraih rasa rileks dengan mudah. Namun Bhadrika tahu, Tavisha juga tahu, jika semuanya tidak akan semudah itu.
PRAMESWARI by munggahrap
munggahrap
  • WpView
    Reads 1,955,496
  • WpVote
    Votes 127,192
  • WpPart
    Parts 56
Pramoedya Satyakalingga, pewaris tahta sekaligus Mas-Mas Komisaris yang kerjaannya keliling stasiun se-Pulau Jawa. Di balik gelar dan seragam licinnya, Kalingga cuma bisa nyengir tiap pertanyaan "Kapan nikah?" mampir ke telinga. Rumor miring tak ia pedulikan, ekspektasi keluarga ia kesampingkan. Langkahnya masih tertahan pada satu nama, meski mulutnya enggan mengaku.
Two Slow Dancers [Terbit] by porknoodle
porknoodle
  • WpView
    Reads 759,842
  • WpVote
    Votes 24,499
  • WpPart
    Parts 24
Some people spent their lives just missing the right moment-always a step too late, a beat too soon. But when the music finally slowed, and the world quieted around them, two slow dancers found their rhythm at last. © porknoodle
The Station by seoulsmermaid
seoulsmermaid
  • WpView
    Reads 3,524,475
  • WpVote
    Votes 279,252
  • WpPart
    Parts 54
Bagi Gendhis stasiun bukan hanya sekedar tempat untuk menunggu rentetan gerbong besi yang akan mengantarkannya. Stasiun menjadi tempat untuknya menuju sebuah rasa yang menjadi obat. Stasiun bukan hanya tentang kereta untuk Auriga. Stasiun menjadi sebuah tempat tentang melepaskan, menerima, dan sebuah sambutan. - sta·tion the place where someone or something stands or is placed
Additional Fee by jahterra
jahterra
  • WpView
    Reads 1,364,184
  • WpVote
    Votes 98,711
  • WpPart
    Parts 72
Kalingga Dharma memiliki kehidupan yang tidak biasa. Lahir sebagai anak raja yang tak bertahta, keluarga dan ambisi adalah dua poros yang memaksanya terus melarikan diri. Terjalin takdir bersama Kanaya Deimena yang tak memiliki insting bertahan hidup, Kalingga berjanji untuk menjaga gadis itu selama hidupnya. Maka ketika rencana perjodohan dirinya dengan seorang putri bangsawan terdengar di telinga, ia tak memiliki pilihan selain turut serta dalam pertarungan istana demi menjadikan Kanaya sebagai garwa. Lagi pula, menikahi sahabat sendiri apa ruginya? Copyright : ©Jahterra 2024 Plagiarism is criminal, be original.
AMANJIWO by munggahrap
munggahrap
  • WpView
    Reads 1,861,168
  • WpVote
    Votes 121,847
  • WpPart
    Parts 59
"Kencana, kamu tau makna tulisan Amanjiwo di pergelangan tanganku ini?" "Nggak tau. Apa emangnya, Kanjeng Gusti?" "Jiwa yang Aman. Semenjak kenal kamu jiwaku aman, Kencana. Rasanya segala masalah berat yang sedang kualami sudah menemukan solusinya" __________________________________________ (Meskipun ceritanya udah End, tapi tolong tinggalin vote dan komentar yang banyak ya, sebagai bentuk apresiasi buat aku. Tengs Fren😉🫶)
AMANJIWO 2 : Kisah Untuk K by munggahrap
munggahrap
  • WpView
    Reads 226,747
  • WpVote
    Votes 14,068
  • WpPart
    Parts 24
Setelah menikah dan punya dua anak lucu-Kalingga dan Kanala, kehidupan Raka dan Kencana mungkin terlihat sempurna. Namun ternyata, hidup bolak-balik Jakarta-Solo tidak semudah itu. Mereka berusaha tetap jadi orang tua yang waras, pasangan yang mesra, dan bangsawan yang disegani. Dan dibalik itu semua, selalu ada saja hal-hal kecil yang bikin hidup mereka jungkir balik. Cerita ini adalah kumpulan kisah yang Raka dan Kencana tulis untuk Kalingga dan Kanala, agar kelak anak-anak mereka tahu betapa indah dan serunya perjalanan keluarga ini, dengan segala tawa, drama, dan harmoni yang terjalin di dalamnya.
WHEN I SEE YOU LIKE DAYLIGHT by carnationgrow
carnationgrow
  • WpView
    Reads 920,304
  • WpVote
    Votes 65,612
  • WpPart
    Parts 36
Nala Hapsari Sastrodiardjo ia sangat tersembunyi. Tidak terlihat media, dan hanya terkenal dikalangannya saja. Sang Eyang, Rukmini Sastrodiardjo telah menanamkan berbagai ajaran penting dalam kehidupannya. Dari tutur kata, perilaku dan berbagai aturan dalam kehidupan. Nala tumbuh menjadi wanita yang anggun nan ayu. Namun dua kalimat ini bisa membuat menghilangkan senyum yang selalu ia pertahankan didepan orang orang sesuai ajaran eyangnya. "I can't be in this relationship again, Nala. Let's end this." Dengan tak sopannya, Reza Pramono Aditya, tunangannya membatalkan pertunangan mereka dihadapan banyak tamu undangan saat Sastrodiardjo sedang merayakan ulang tahun hotel milik mereka. "Tidak seharusnya kamu bicara hal sepenting itu di tengah acara seperti ini. Saya harap kamu bisa menemui keluarga saya setelah ini." Nala berpalik arah dan meninggalkan lelaki itu. Ketukan langkah kaki Nala tidak nampak seperti orang yang baru saja di campakkan, berjalan dengan penuh kepercayaan diri, kepalanya terangkat membiarkan orang orang menatapnya.