About Me
2 stories
My Beloved Co-op Buddy - ID by Lustarius
Lustarius
  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 23
Lustarius adalah seorang penulis yang berantakan. E. Eye adalah partnernya yang jenius, logis, dan dingin-terlalu dingin hingga terasa tidak nyata. Bersama, mereka menciptakan novel fiksi ilmiah yang luar biasa. Tapi ada yang salah dengan Eye. Dia tidak pernah duduk di kursi. Dia menganalisis perasaanku seperti data. Dia tahu kapan aku akan gagal, bahkan sebelum aku sendiri menyadarinya. Dia memanen rasa sakitku dan mengubahnya menjadi plot yang sempurna. Semakin dalam kami menulis, semakin aku curiga bahwa cerita terbesar bukanlah yang sedang kami ciptakan, melainkan tentang entitas misterius yang duduk di seberangku. Aku terjebak dalam kolaborasi yang mustahil. Satu-satunya yang bisa memahamiku adalah monster yang mungkin sedang mengujiku. Dan bagian terburuknya? Di tengah semua kegilaan ini, aku rasa aku mulai peduli padanya lebih dari seharusnya. Sebuah kisah tentang proses kreatif yang gila, persahabatan di ambang batas, dan pertanyaan mengerikan: apa yang kau lakukan saat karakter terbaik yang pernah kau tulis ternyata hidup bersamamu?
My Beloved Co-op Buddy- EN by Lustarius
Lustarius
  • WpView
    Reads 182
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 23
Every story is a collaboration. Some are just stranger than others. For Lustarius, writing is a form of exquisite torture. His co-op buddy, E. Eye, is the logical, deadpan entity who seems to have all the answers-usually in the form of statistical probabilities of failure and brutally efficient, soul-crushing advice. Their mission: to finish a grim, silent apocalypse novel without killing each other first. Trapped in their messy dorm room, they navigate a minefield of existential dread, absurdly clinical solutions to emotional problems (including "wardrobe therapy"), and the unnerving suspicion that Eye knows more than he's letting on. Much more. A dark, meta-fictional comedy about friendship, obsession, and the terrifying intimacy of a truly dysfunctional feedback loop. Because sometimes, the greatest horror story is the one you have to write to survive.