cika_imupp12
PROLOG: Fragmen yang Hilang
Dahulu, rumah adalah tempat yang paling bising bagi Aresta. Suara tawa yang bersahutan dan suara langkah kaki abangnya, Arkan, yang selalu berlari menuruni tangga hanya untuk mengacak rambutnya adalah melodi favoritnya. Namun, waktu memiliki cara yang kejam untuk mencuri suara.
Dalam satu malam yang tidak pernah ia pahami, rumah itu jatuh dalam keheningan. Arkan berubah menjadi sosok asing yang dingin karena tekanan pekerjaan, sementara orang tua mereka harus bekerja di luar negeri demi masa depan. Aresta belajar satu hal: Realita terlalu menyakitkan untuk dihadapi dengan diam. Maka, ia menciptakan dunianya sendiri-menjadi gadis dengan "suara toa" untuk menutupi kesunyian yang mencekam di dadanya.