pixiageha
Margaret tidak bisa mati.
Hal yang dia kira adalah anugerah pada awalnya justru berubah menjadi kutukan. Perasaannya perlahan layu saat tahun-tahun yang dilewatinya berganti dari puluhan ke ratusan. Namun, seseorang hadir dan membawa musim semi untuk hatinya yang mulai membeku.
Ketika Margaret mengira kalau dirinya akan bahagia, dia disadarkan oleh fakta kalau orang itu akan menua, sakit, dan mati, meninggalkannya sendiri. Margaret yang tidak ingin merasakan patah hati akhirnya memutuskan untuk menumbuhkan tanaman berduri di hatinya hingga sebuah ciuman cinta sejati menghancurkan tanaman itu.