Deez55
- Reads 3,024
- Votes 526
- Parts 15
Bercerita tentang benturan dua jiwa yang seharusnya tidak pernah bersinggungan. Milk (20 tahun) adalah personifikasi dari musim yang abadi; ketus, tajam, dan menyimpan rahasia di balik dinding emosi yang ia bangun dengadinginn beton kebencian. Di sisi lain, Love (19 tahun) adalah anomali. Ia adalah gadis dengan senyum yang dipaksakan tetap cerah meski dunia di sekitarnya runtuh.
Kebencian Milk pada Love bukan tanpa alasan-Love adalah pengingat hidup akan sebuah tragedi yang ingin Milk lupakan. Namun, Love justru mengejar Milk dengan kegigihan yang menyakitkan, percaya bahwa di bawah lapisan es itu, ada kehangatan yang bisa menyelamatkannya. Ini adalah kisah tentang bagaimana rasa sakit menjadi bahasa cinta, dan bagaimana kehilangan adalah satu-satunya cara untuk benar-benar memiliki.