harleyxxuin
- Reads 24,097
- Votes 3,765
- Parts 24
Sebagai pewaris Apollone, Soran Apollo terbiasa menilai segala sesuatu berdasarkan presisi, estetika dan kesempurnaan. Hidupnya benar-benar cantik... seperti Kai Apollo yang hidup kembali. Ia adalah garis lurus yang tak tersentuh.
Sampai ia menemukan Bulan Adiwangsa.
Di balik layar maya, Bulan adalah sosok yang indah. Sosok selama tiga tahun menjadi satu-satunya tempat Soran meluangkan waktunya, partner diskusi yang ia yakini berpijak di kedewasaan yang sama. Soran mencintainya dengan asumsi bahwa mereka adalah dua jiwa yang setara.
Namun, layaknya Bumi dan Bulan, kedekatan mereka hanyalah ilusi optik semesta.
Ketika pertemuan yang didambakan akhirnya terjadi, Soran harus menelan realita pahit. Bahwa gravitasi di antara mereka bukan diciptakan untuk menyatukan, melainkan untuk memisahkan. Ada satu kebohongan besar yang tersimpan di balik nama indah itu. Sebuah jarak yang tidak bisa dijembatani oleh perasaan, melainkan dipisahkan oleh moral dan waktu.
Soran mengira ia sedang menjemput masa depannya. Nyatanya, Bulan Adiwangsa adalah masa lalu yang tak seharusnya ia sentuh. Namun... sejauh apapun mereka melangkah, gravitasi akan tetap menarik Bulan agar tidak hilang dari sang "Bumi".