Mughal's πŸͺ·βœ¨οΈ
6 stories
MAHJABEEN E-MUGHAL  by Kalamarfira_
Kalamarfira_
  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 1
"π‘«π’Šπ’‚ π’šπ’‚π’π’ˆ π’π’‚π’‰π’Šπ’“ π’Œπ’†π’•π’Šπ’Œπ’‚ 𝒃𝒖𝒍𝒂𝒏 𝒃𝒂𝒓𝒖 π’Žπ’†π’π’šπ’Šπ’π’ˆπ’Œπ’‚π’‘π’Œπ’‚π’ π’”π’Šπ’π’‚π’“π’π’šπ’‚ 𝒅𝒂𝒏 π’•π’‚π’Œπ’ƒπ’Šπ’“ π’Žπ’†π’π’ˆπ’ˆπ’†π’Žπ’‚ π’…π’Š π’‚π’π’ˆπ’Œπ’‚π’”π’‚. π‘·π’†π’Žπ’Šπ’π’Šπ’Œ π’Žπ’‚π’•π’‚ π’‰π’Šπ’‹π’‚π’– π’›π’‚π’Žπ’“π’–π’… π’Šπ’•π’– π’Žπ’†π’Žπ’Šπ’π’Šπ’Œπ’Š π’˜π’‚π’‹π’‚π’‰ π’šπ’‚π’π’ˆ π’Šπ’π’…π’‚π’‰, π’π’‚π’Œπ’”π’‚π’π’‚ π’„π’‚π’‰π’‚π’šπ’‚ 𝒃𝒖𝒍𝒂𝒏 π’šπ’‚π’π’ˆ π’Žπ’†π’Žπ’‚π’π’…π’Šπ’Œπ’‚π’ π’Žπ’‚π’π’‚π’Ž. π‘΅π’‚π’Žπ’‚π’π’šπ’‚, 𝒁𝒂𝒓𝒆𝒆𝒏𝒂." Sejak kelahirannya, ia telah membawa cahaya kecil yang hangat bagi keluarganya. Ia tumbuh dalam pelukan cinta yang tak pernah putus dari ibunya, serta dalam lindungan dan kasih sayang kakaknya, Rahim, yang selalu menjaganya tanpa diminta. Namun, takdir Zareena tidaklah seindah doa-doa yang mengiringi namanya sejak ia lahir. Di balik kecantikannya yang tenang dan kehidupannya yang tampak sempurna, tersimpan rahasia besar-rahasia yang perlahan mengubah arah hidupnya. Jalan yang ia lalui tidak mudah, tidak selalu mulus, dan jauh dari bayangan seorang putri yang hanya hidup dalam kemewahan. Dalam diam, Zareena belajar. Dalam luka, ia tumbuh. Hingga pada suatu titik, semua teka-teki yang selama ini tersembunyi akhirnya mulai terungkap-bukan oleh orang lain, melainkan oleh dirinya sendiri. Dan saat itulah, Zareena Mahjabeen Begum menyadari, bahwa dirinya bukan hanya sekadar cahaya lembut di bawah bulan, tetapi juga kekuatan yang mampu berdiri di tengah kegelapan.
MOON OF AMER TO AGRA |Bulan Dari Amer Untuk Agra |Akbar |Mughal Empire by anis_thorr
anis_thorr
  • WpView
    Reads 261
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 1
Di tengah kemegahan istana Mughal, tempat gema langkah para bangsawan menyatu dengan harum kasturi dan cahaya lampu minyak yang berpendar di padang marmer, sebuah kisah yang tak pernah tercatat dalam kronik resmi mulai berbisik di balik tirai sutra. Jalal, putra Humayun yang tampan dan berwibawa sejak muda, tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah oleh kehadiran seorang perempuan yang datang dari tanah Rajputana-bukan Jodha yang kelak dikenal dunia, melainkan saudari kembarnya, Jodhavi. Pertemuan pertama mereka hanyalah sekilas bayang di lorong-lorong istana, tetapi dalam sekejap Jalal menemukan sesuatu pada Jodhavi yang tidak dimiliki siapa pun-keberanian yang lembut, kecerdasan yang tak ditonjolkan, dan mata yang menyimpan rahasia lebih banyak dari yang diucapkan bibirnya. Suatu hari, mereka mulai berbicara. Awalnya sekadar sapaan yang sopan, lalu percakapan pendek yang berlanjut menjadi diskusi panjang di taman istana. Dan, dalam keheningan malam-malam yang tak pernah terulang sama, sebuah kedekatan halus tumbuh tanpa izin. Namun, yang paling mengejutkan bukanlah persahabatan mereka, melainkan perubahan dalam diri Jodhavi sendiri. Dalam lirihnya doa yang ia dengar, dalam kedamaian yang merayap pelan di hatinya, Jodhavi menemukan sesuatu yang membuatnya melangkah meninggalkan keyakinan lamanya. Dengan nama baru Mumtaz Un Nisa, ia menjadi satu-satunya Rajput yang berani melakukan hal itu-sebuah pilihan yang mengundang keterkejutan, kemarahan, bahkan bisikan-bisikan yang tak berani diucapkan terang-terangan. Dan di tengah badai itu, cinta yang tak seharusnya tumbuh justru mulai bersemi. Lembut, rahasia, dan tidak pernah diumumkan... namun semakin kuat dari hari ke hari. Mereka tidak tahu kemana takdir akan membawa mereka, yang mereka tahu hanyalah satu hal-bahwa sejak hari itu, hidup mereka berlomba dengan waktu, dan cinta mereka mulai menorehkan jejak yang tak bisa dihapus oleh siapa pun. Penasaran? Baca dan simak kisah mereka dalam cerita ini!