Anisa_fitri_1
- Reads 10,547
- Votes 599
- Parts 54
Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Aurora sudah tahu satu hal yang pasti:
ia jatuh cinta pada Karel.
Karel, anak laki-laki yang selalu duduk di bangku belakang, rambutnya selalu berantakan, dan matanya jarang menatap siapa pun terlalu lama. Sejak hari Karel menolongnya jatuh di lapangan SD, hati Aurora seolah menemukan rumahnya sendiri.
Namun cinta yang sederhana itu tumbuh di tanah yang tidak subur. Karel tumbuh menjadi remaja yang dingin, rasional, dan terlalu sibuk dengan dunianya. Bagi Karel, cinta masa remaja hanyalah gangguan, sesuatu yang akan hilang begitu waktu berjalan.
Seribu kali ditolak pun, Aurora tetap kembali.
Bukan karena ia tidak mengerti arti menyerah,
tapi karena setiap kali melihat punggung Karel di bawah cahaya sore, hatinya berbisik bahwa cinta itu sendiri sudah cukup untuk membuat hidupnya bermakna.
Tapi justru di situlah cerita ini dimulai.
Karena Aurora tidak mau menjadi gadis yang hanya diam dan menunggu.
Aurora akan mengejarnya sampai Karel berhenti lari.