papercutscars
- Reads 2,635
- Votes 330
- Parts 4
Darah di atas salju adalah tanda yang paling mencolok. Tidak bisa disembunyikan, tidak bisa diabaikan.
Putih adalah warna kematian.
Merah adalah warna peringatan.
Jett melihat keduanya bersatu dalam satu malam di Mansion paling pojok milik keluarga Cross.
Cahaya senter Jett menyapu sosok yang menjulang nyaris dua meter. Sebuah pahatan hidup dengan kemeja putih rapi yang kontras dengan aura kematiannya.
Kulitnya translusen-sebening kertas roti, memperlihatkan peta pembuluh darah biru dan ungu yang berdenyut di pelipis dan lehernya. Rambutnya jatuh berantakan, berwarna perak tanpa secercah pun pigmen kehidupan.
Namun, matanyalah yang menghentikan detak jantung Jett.
Sepasang iris merah darah. Menyala di kegelapan, tanpa pupil, menatapnya dengan kekosongan layaknya predator.
Jett lari menyelamatkan diri, mengira dia selamat dari mimpi buruk itu.
Tapi dia salah. Kau tidak bisa lari dari seseorang yang sudah menghafal caramu bernapas.
⚠️ This story contains explicit sexual content, strong language, graphic violence, and dark themes including stalking, obsessive behavior, and morally ambiguous characters. Reader discretion is strongly advised.