Blafobe
- Reads 3,468
- Votes 1,084
- Parts 56
🌹 CERITA INI BEDA, yang baca khusus yang kepo aja :)
Dia .. Nadhieva Syaffal Aziyah.
Permata langka yang berdiri di barisan pengabdian, yang mungkin belum mampu memetik cahaya yang ia impikan.
Bukankah pengabdian itu membuahkan sebuah ketenangan?, sayangnya Nadhieva belum merasakan hal itu.
Di antara adzan, kitab kuning, dan lantunan ayat suci, ia berusaha membagi waktu untuk pengabdian yang ia jalankan penuh keikhlasan.
Mereka menyebutnya santri teladan. Namun, ditengah kesepian .. Ia menyadari satu hal.
"Apa manfaat dari semua pengabdiannya selama ini?"
Sebab, terkadang .. Ketulusan seseorang dalam mengabdi, seringkali tak mereka sadari, akan keindahan apa yang selama ini ia nanti. Dan lucunya, diakhir tubuhnya merasa tumbang dan ingin mengakhiri semua pengorbanannya.
Dititik itu juga ia sadar. Pengabdiannya selama ini, telah membuahkan keindahan yang tak sembarang orang bisa dapatkan.
"Ternyata, tak semua hal diukur dari segi visual saja, ya. Padahal bertahun-tahun ana tinggal dipesantren ini telah mendapatkan keindahan itu, tapi ana gak sadar sama sekali. Syukron Allah, You is my best planner"