cimitastroberi
- Reads 9,440
- Votes 1,458
- Parts 32
Duniaku gelap. Sejak kecil, aku terbiasa dengan bisikan merendahkan, langkah kaki yang menjauh, dan rasa malu yang dilemparkan keluarga besarku sendiri.
Tak pernah ada yang namanya dukungan, tak pernah ada pelukan hangat. Bagiku, manusia itu hanya suara-suara berisik yang penuh kebencian.
Sampai sebuah tangan mungil menggenggam jemariku...
"Bukan di sana, Asa. Pegang tanganku, jangan dilepas, ya?"
"Jangan dengerin mereka, Asa. Kamu itu hebat, kamu punya aku."
"Aku bakal jadi mata kamu, sampai kapan pun."
"Asa jangan takut... aku di sini."
Arsila. Dia satu-satunya yang aku sebut dunia.