GKX_68
- LECTURAS 219
- Votos 112
- Partes 6
Saat aku menoleh ke belakang, Ata sudah berdiri tegap di hadapanku. Dia... sangat tenang untuk seseorang yang seolah tak mengenalku. Ia menatapku. Wajahnya, terasa berbeda saat kulihat dari dekat. Di sela-sela jarinya, kucirku tegantung begitu saja. Ata... baru kali ini dia menghampiriku. Walau hanya sekadar mengembalikan kucirku yang hilang.
"Punya... mu?" tanya Ata.
Tatapanku masih terpaku dengannya, sembari mengambil kucirku di tangannya. "I-iya. Ini kucirku."
"Tadi jatuh di depan kamar mandi," ucapnya, lalu pergi.
Rasanya, aku ingin sekali saja memanggil nama Ata. Memanggil nama itu, tuk sekian kalinya. Tapi, jarak yang ia bangun, begitu tebal untuk aku tembus. Namanya, hampir kuucap... namun keberanian itu selalu terlambat satu langkah.