_bejeeeee
Arga, arsitek yang hidup di bawah prinsip kaku Efisiensi di atas Emosi, menolak Kirana empat tahun lalu di Paris. Baginya, cinta hanyalah variabel rumit yang mengancam rancangan hidupnya.
Kini, Arga meraih segalanya, namun hatinya kosong. Penyesalan datang menghantam saat ia melihat Kirana, yang telah menemukan kebahagiaan sejati bersama orang lain.
Arga harus merobohkan arogansinya. Ia memulai pengejaran yang penuh penderitaan, sementara Kirana menantangnya: "Rasakan bagaimana rasanya mengejar sesuatu yang kamu tahu ada di depan mata, tapi tidak bisa kamu sentuh."
Mampukah Arga menebus kesalahan terbesar dalam hidupnya, atau akankah ia selamanya terpisah oleh waktu yang ia buang sendiri?