bagusstory556
- Reads 940
- Votes 342
- Parts 27
"Gue yang jadi inceran"ujar Satria yang membuat Ziyan dan Nazwa terkejut mendengarkan pernyataan itu.
Dunia runtuh ketika sebuah pondok pesantren menerima pasien misterius yang datang bersama dua sosok tak dikenal. Tak butuh waktu lama-teriakan berubah menjadi gigitan, doa berubah menjadi kepanikan. Wabah zombie menyebar tanpa ampun, menelan siapa pun yang lengah. Di tengah kehancuran itu, Satria dipaksa bertahan hidup bersama Ziyan, Raisa, dan Nazwa. Mereka bertemu bukan karena takdir yang indah, tapi karena merekalah sedikit manusia yang masih bernapas di dunia yang sekarat ini.
Hari demi hari berlalu. Kota membusuk, harapan menipis, dan para zombie mulai bermutasi lebih cepat, lebih cerdas, lebih kejam. Saat mereka berusaha mencari sumber bencana dan orang-orang berpengaruh di baliknya, teror terus memburu, merenggut nyawa satu per satu. Kepercayaan retak. Kecurigaan tumbuh. Karena di balik semua kekacauan, seorang pengkhianat mulai bergerak dalam diam.
Hingga suatu saat, di tengah hujan darah dan reruntuhan iman, Satria berhadapan dengan sosok yang tak seharusnya masih hidup.
"Akhirnya kita bertemu kembali," ucap salah satu zombie itu sambil menatapnya.
Kalimat berikutnya membuat dunia Satria benar-benar hancur.
Mutasi zombie, Pemimpin para zombie kini harus Satria lawan, Sampai mendapat aliansi dari pemimpin para zombie.
Cinta, Pertemanan, Kehilangan dan teror kini harus di selesaikan!