tulipputih_17
- LECTURAS 2,313
- Votos 673
- Partes 9
Bisakah aku... dipeluk, sekali saja?"
~Kanaya Anindya Hafidzah
•••
"Kapan ya, ayah sama bunda bisa sayang lagi ke Aya kayak dulu?"
Gus Zayyan memfokuskan tatapannya pada adiknya. Ia diam, tidak menjawab pertanyaan Kanaya. Jujur saja, ia sendiri juga tidak tahu kapan hal itu akan terjadi. Tangannya bergerak merangkul bahu sang adik, lalu membawa kepala Kanaya agar bersandar di bahunya.
"Aya cape."
"Ada abang disini."
"Aya gak kuat bang, Aya pengen nyerah aja."
"Bertahan sebentar lagi ya, abang akan selalu ada buat kamu. Kamu harus tetap kuat selagi ada abang disisi kamu. Abang janji, nanti keluarga kita bakal kayak dulu lagi."
•••
Bagaimana rasanya memiliki orang tua, tetapi tidak pernah benar-benar merasakan peran mereka? Itulah yang dirasakan oleh Kanaya. Sejak kejadian beberapa tahun lalu, sikap orang tuanya kepada Kanaya menjadi berubah. Mereka lebih sayang kepada adik kembarnya, Wulan.
Tapi, untungnya Kanaya masih memiliki Gus Zayyan, abang yang selalu siap melindungi dan menyayangi Kanaya.
Keinginannya cukup sederhana. Ia ingin mendapatkan kembali kasih sayang dan juga pelukan hangat dari kedua orang tuanya. Tapi kenapa hal itu begitu sulit?
Namun di tengah usahanya itu, ia juga harus berjuang mati-matian melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya.
Apakah Kanaya bisa mendapatkan kembali kasih sayang orang tuanya?
Penasaran sama ceritanya? Yukk, langsung baca aja!!!