xenaberry
[Mature] Lana tidak pernah benar benar percaya pada kata setia.
Bukan karena ia tidak mampu, tetapi karena sejak awal pernikahan bukan sesuatu yang ia pilih. Ia hanya belajar bertahan di dalamnya. Hari hari dihabiskan dengan gaun rapi, riasan sempurna, dan senyum yang dipakai seperti topeng. Malam malam terlewati dengan tubuh yang hadir, hati yang absen.
Sampai Kael datang dalam hidupnya seperti kesalahan yang terlalu sulit untuk dihentikan. Laki laki lebih muda, masih berjuang dengan hidupnya sendiri, tidak punya apa apa selain tekad dan cara menatap yang membuat semua hal lain terasa tidak penting. Di hadapan dunia ia tidak berarti apa apa. Di hadapan Lana ia pelarian, bahaya, dan rumah dalam wujud yang paling egois.
Di sisi suaminya Lana tampak tenang dan matang.
Di sisi Kael ia pecah.
Setiap sentuhan Kael membuatnya ingat bahwa tubuhnya milik dirinya sendiri sebelum milik siapa pun.
Pernikahan tetap ada di sana, menyelip di jari dalam bentuk cincin, menyelip di kepala dalam bentuk nama belakang. Namun bersama Kael, Lana menemukan sesuatu yang tidak pernah ia temukan di ranjang resmi yang luas dan dingin. Nafas yang terputus, kulit yang menegang, dan diam di antara mereka yang lebih jujur daripada sumpah apa pun.
Ini tentang Lana yang mengizinkan dirinya jatuh ke dalam tangan laki laki yang tidak punya hak apa pun atasnya, dan Kael yang selalu menunggu di batas antara yang boleh dan yang tidak, sambil berharap Lana sekali saja memilih rasa di kulitnya daripada nama di kartu keluarganya.